Rabu, 23 September 2026
20:04 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

FN FNC

FN FNC
330px-FNC_IMG_1527.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fabrique Nationale Carabine dengan bayonet
Jenis Senapan serbu
Negara asal Belgia
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Belgia, Venezuela,
Nigeria, Indonesia
Sejarah produksi
Tahun 1979
Produsen Fabrique Nationale de Herstal
Varian Ak 5 (Swedia)
SS-1 (Indonesia)
Spesifikasi
Berat 3,80 kg
Panjang 997 mm
766 mm (popor dilipat)
Panjang laras 450 mm
Peluru 5.56 x 45 mm NATO
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan 700 butir/detik
Jarak efektif 450 m
Amunisi Magazen box 30 butir

FN FNC (Fabrique Nationale Carabine) adalah senapan serbu buatan Fabrique Nationale (FN) Belgia pada pertengahan 1970. Desain FNC banyak meminjam dari senapan serbu terkenal lainnya, seperti FN FAL, AK-47, M16, dan Galil.

Desain

FNC memakai kaliber 5.56 x 45 mm NATO, menggunakan magazen 30 butir, dan bisa menerima magazen STANAG yang dipakai M16. Secara mekanik, FNC menggunakan sistem gas yang mirip dengan AK-47.

FNC secara umum dianggap sebagai senapan serbu yang bisa diandalkan. Namun, akurasi dan kenyamanan penembak kadang-kadang terganggu oleh pelatuknya yang berat.

Pemakaian

FN FNC saat ini digunakan oleh angkatan bersenjata Belgia. Lisensi FNC juga sudah dijual ke Swedia sebagai Bofors Ak 5, dan Indonesia, sebagai Pindad SS-1. FN FNC juga banyak dijual ke Venezuela dan Nigeria.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai FNC.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senapan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan