Kamis, 24 September 2026
11:25 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
FN CAL

FN CAL

FN CAL
330px-FN_CAL_close1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
FN CAL yang dipajang di dalam National Firearms Museum, Amerika Serikat.
Jenis Senapan serbu
Negara asal Belgia
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh See Users
Pada perang Vietnam War
Colombian conflict
Gaza-Israel conflict
Internal conflict in Myanmar
The Troubles
Lebanese Civil War
Tuareg rebellion (1990–1995)
Sejarah produksi
Perancang Ernest Vervier
Tahun 1963–66
Produsen FN Herstal
Biaya produksi (FY2022)820$
Diproduksi 1966–1975
Jumlah produksi Approx. 30,000
Spesifikasi
Berat 3.35 kg (7.385 lbs)
Panjang 980 mm (38.58 in)
Panjang laras 467 mm (18,4 in)[1]
Peluru 5.56×45mm NATO
Mekanisme Gas-operated, rotating bolt
Rata² tembakan 850 rounds/min
Amunisi 20-, 25-, or 30-round detachable box magazine
Alat bidik Bidikan besi

FN CAL (singklatan dari Carabine Automatique Légère) adalah senapan serbu asal Belgia yang diproduksi oleh Fabrique Nationale. Senapan serbu ini merupakan senapan pertama berkaliber 5.56 mm yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Desain CAL mirip dengan FN FAL yang merupakan desain asli. Tidak seperti FAL, CAL mengalami kegagalan dalam pasar, meski perkembangannya menghasilkan FN FNC yang lebih sukses.

Referensi

  1. "FN CAL". Weaponsystems.net. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 5, 2023. Diakses tanggal 13 Februari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik senapan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan