Sabtu, 31 Oktober 2026
04:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jean-Joseph Étienne Lenoir

Jean-Joseph Étienne Lenoir

Bagikan:
Jean-Joseph Étienne Lenoir
250px-Etienne_Lenoir_2_%28151966191%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jean-Joseph Étienne Lenoir, sebelum 1870
Lahir12 Januari 1822
Meninggal4 Agustus 1900
Dikenal karenasiklus Lenoir , mesin pembakaran dalam
Karier ilmiah
Bidanginsinyur

Jean-Joseph Étienne Lenoir (12 Januari 1822 - 4 Agustus 1900) adalah seorang insinyur Prancis-Belgia.

Lahir di Mussy-la-Ville, Belgia, pada awal tahun 1850-an ia berimigrasi ke Prancis, tinggal di Paris, dan di sana mengembangkan minat dalam lempeng listrik. Minatnya dalam bidang ini menyebabkannya menciptakan penemuan listrik termasuk telegraf listrik yang diperbaiki.

Mesin Lenoir

250px-Lenoir_Motor_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Motor Lenoir di Musée des Arts et Métiers, Paris

Dari tahun 1859, percobaan listrik Lenoir membuatnya menemukan mesin pembakaran dalam pertama, mesin dua tak bersilinder tunggal yang membakar campuran gas batu bara dan udara yang dinyalakan oleh sistem pembakaran "percikan loncat", dan dipatenkan pada tahun 1860. Mesin itu berbeda dari mesin 2 tak modern yang tidak dimampatkan sebelum pembakaran. Sebuah perusahaan, Gauthier,[1] dibentuk untuk mengembangkan mesin itu, dan kereta kuda roda 3 dibuat menggunakannya. Meski berjalan baik, pengisian bahan bakar mesin itu tidak efisien, agak bising, cenderung panas berlebihan, dan jika tidak diberi air dingin yang cukup bisa rusak. Namun, Scientific American memberitakan pada bulan September 1860 bahwa surat kabar Paris Cosmos telah mengumumkan bahwa abad uap telah berlalu,[2] dan dari tahun 1865, 143 mesin telah dibangun oleh Gauthier, bersama dengan beberapa Reading Gas Works untuk mesin gas Lenoir di London.[3]

Pada tahun 1863 Lenoir menunjukkan kereta kuda roda 3 kedua, digerakkan oleh mesin "hidrokarbon cair" (petroleum) 1,5 daya kuda dengan karburator primitif yang berhasil menempuh jarak 18 kilometer dari Paris ke Joinville-le-Pont pulang-balik dalam waktu 11 jam. Peristiwa ini berhasil menarik perhatian tsar Aleksandr II, dan beberapa buah dikirim ke Kekaisaran Rusia.[4]

Sebagian besar penerapan mesin Lenoir hanya digunakan untuk benda diam seperti mesin cetak, pompa air, dan peralatan mesin. Insinyur lain, khususnya Nikolaus Otto, mulai membuat kemajuan di teknologi pembakaran dalam yang segera membuat rancangan Lenoir tak terpakai. Kurang dari 500 mesin Lenoir antara 6-20 daya kuda dibuat.

Lenoir meninggal dalam keadaan miskin dan sendirian pada tahun 1900.

Catatan

  1. ↑ Georgano, G.N. Cars: Early and Vintage, 1886-1930. (London: Grange-Universal, 1985)
  2. ↑ Scientific American, hlm. p193, 1860-09-22{{citation}}: |pages= memiliki teks tambahan; |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ Georgano.
  4. ↑ Georgano

Lihat pula

Pranala luar


Flag of PrancisBiography icon

Artikel bertopik biografi Prancis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan