Esnanas | |
|---|---|
| Asal | Yogyakarta, Indonesia |
| Genre | Rock alternatif |
| Label | Sony Music Indonesia, BMG Indonesia |
| Anggota |
|
| Mantan anggota |
|
Esnanas (ditulis juga sebagai E'snanas atau Es Nanas) adalah sebuah grup musik alternative rock asal Yogyakarta, Indonesia, yang aktif pada akhir tahun 1990-an hingga pertengahan 2000-an. Grup musik ini dikenal secara luas melalui singel hit mereka berjudul "Kunang-Kunang" yang dimuat dalam album kompilasi monumental Indie Ten v.2 (1999) rilisan Sony Music Indonesia.
Sejarah
Awal Terbentuk (1998)
Esnanas didirikan di Yogyakarta pada tahun 1998, digerakkan oleh sekumpulan musisi mahasiswa California, yang akhirnya berevolusi menjadi line-up terakhir yaitu Rachel Vla, Leo Napitupulu, Wahyu Wijaya, Anto, Doni 'Seventeen', Brian Azhar, dan termasuk Kiki Mirano anggota original line-up yang tersisa. Pada awal kariernya di skena independen lokal, Esnanas sering membawakan lagu-lagu cover dari grup musik rock dan punk rock internasional seperti Rancid, Red Hot Chili Peppers, Shelter, Sublime, Helmet, hingga Alanis Morissette. Seiring berjalannya waktu, grup musik ini mulai fokus memproduksi materi orisinal mereka sendiri.
Gelombang Indie Ten dan Kesuksesan Singel (1999–2000)
Pada tahun 1999, Esnanas berhasil lolos proses kurasi ketat yang dilakukan oleh major label Sony Music Indonesia untuk proyek album kompilasi Indie Ten v.2 (kelanjutan dari volume pertama yang sukses mengorbitkan band-band seperti Padi dan Cokelat).
Esnanas menyumbang lagu berjudul "Kunang-Kunang", sebuah komposisi alternative rock dengan ketukan dinamis yang ditulis oleh Rachel Vla dan Kiki Mirano. Singel ini meraih kesuksesan komersial yang masif di radio-radio nasional, dan video klipnya mendapatkan rotasi tayang yang tinggi di berbagai stasiun televisi nasional, menjadikannya salah satu trek ikonik dalam era kebangkitan musik indie alternatif Indonesia di akhir milenium.
Album Perdana self-titled ESNANAS dan Fase Akhir (2001–2006)
Menyusul kesuksesan singel perdana mereka, Esnanas kemudian direkrut oleh BMG Indonesia untuk merilis album penuh pertama mereka yang bertajuk ESNANAS pada awal tahun 2000-an. Album ini mengukuhkan posisi mereka di arus utama industri musik nasional.
Esnanas aktif menjalani rangkaian tur promosi dan panggung besar hingga pertengahan era 2000-an. Namun, pasca meleburnya BMG Indonesia akibat akuisisi global oleh Sony Music, pengerjaan materi untuk album kedua mereka tidak dilanjutkan. Aktivitas grup musik ini mulai meredup hingga akhirnya dinyatakan nonaktif sepenuhnya pada tahun 2006.
Dampak Budaya dan Pengaruh
Meskipun masa aktifnya relatif singkat, karya Esnanas dinilai memiliki pengaruh jangka panjang dalam skena musik rock alternatif Indonesia. Pada tahun 2014, grup musik punk rock Endank Soekamti memberikan penghormatan terhadap signifikansi lagu "Kunang-Kunang" dengan merekam ulang lagu tersebut dalam aransemen punk rock untuk album kolaborasi mereka yang bertajuk KOLABORASOE, di mana vokalis Esnanas Rachel Vla dilibatkan sebagai kolaborator resmi.
Anggota Band Terakhir Sebelum Hiatus
- Rachel Vla – Vokal, Penulis Lagu
- Leo Napitupulu – Gitar, arranger
- Wahyu Widjaya – Gitar, arranger
- Brian Azhar – Bass, arranger
- Kiki Mirano – Drums, Penulis Lagu, Produser
Diskografi
Album Studio
- Esnanas (BMG Indonesia, 2004)
Album Kompilasi
- Indie Ten 2 – menyumbang lagu "Kunang-Kunang" (Sony Music Entertainment Indonesia, 2001)