Jumat, 23 Oktober 2026
04:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Erasmus Huis

Erasmus Huis

museum di Indonesia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Erasmus Huis" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Erasmus Huis (Jakarta)
250px-Perpustakaan_Erasmus_Huis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perpustakaan Erasmus Huis
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Erasmus_Huis&revid=30084548&groups=_383d7f759341b101b5aab23a69310d24f037cf81&parser=parsoid
Didirikan1970
LokasiJalan HR Rasuna Said Kav. S-3, 12950 Jakarta
Koordinat6°14′04″S 106°49′43″E / 6.23436°S 106.82872°E / -6.23436; 106.82872
JenisPusat seni
AkreditasiKementerian Luar Negeri Belanda
DirekturYolande Melsert
Situs webwww.netherlandsandyou.nl/erasmushuis

Erasmus Huis adalah pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, Indonesia. Terutama karena acara musik, akustik ruangan yang bermutu dan letaknya yang cukup strategis, Erasmus Huis berhasil membangun reputasi sebagai pusat kebudayaan yang aktif dan berjalan dengan baik. Namun, acara Erasmus Huis tidak hanya berfokus pada musik saja. Erasmus Huis juga menggelar pameran, pemutaran film serta ceramah.[butuh rujukan]

Erasmus Huis tidak saja mempersembahkan budaya Belanda, tetapi ingin memberikan ruang bagi seni, seniman dan kelompok Indonesia. Oleh karena itu, banyak acara musik klasik yang diselenggarakan oleh organisasi musik Indonesia. Di samping itu, Erasmus Huis juga menjadi tempat diadakannya sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat kebudayaan asing lainnya. Sebagian besar acara di Erasmus Huis tidak dipungut biaya.

Sejarah

Belanda sangat menghargai kerjasama budaya dengan Indonesia. Ini tentu saja sebagian berkaitan dengan ikatan historis antara kedua negara serta Belanda ingin ikut dalam pelestarian ‘warisan budaya bersama’ di Indonesia. Di samping itu, Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi sejumlah besar seniman muda Belanda, sehingga menghasilkan pertukaran seniman dan kelompok. Ini merupakan latar belakang didirikannya Erasmus Huis pada 1970.

Lembaga yang dibuka oleh Pangeran Bernhard ini awalnya menempati sebuah rumah di Jalan Menteng Raya 25 di Jakarta. Di tempat itu digelar berbagai kegiatan budaya seperti ceramah, diskusi, pameran, konser, pemutaran film dan kursus bahasa Belanda (kini berada di bawah Erasmus Taalcentrum) dengan tokoh-tokoh penting dari dunia budaya Belanda dan Indonesia. Segera tampak dengan jelas bahwa dibutuhkan sebuah gedung yang lebih besar lagi untuk dapat menampung segala kegiatan.

Pada tahun 1981 Erasmus Huis menempati gedung di sebelah bangunan baru Kedutaan Besar Belanda di daerah perkantoran dan perbankan di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Di gedung baru ini, program Erasmus Huis mulai mendapatkan bentuk. Erasmus bekerja sama erat dengan sekolah musik, sekolah seni, museum, galeri serta lembaga budaya lainnya di Indonesia. Dengan berjalannya waktu, Erasmus Huis berkembang menjadi sebuah pusat kebudayan yang penting bagi iklim budaya di Jakarta dan di luarnya.

Galeri

  • Perpustakaan Erasmus Huis
    Perpustakaan Erasmus Huis
  • Kegiatan WikiLatih Wikipedia di Erasmus Huis Jakarta
    Kegiatan WikiLatih Wikipedia di Erasmus Huis Jakarta

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan