Selasa, 03 November 2026
20:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Epifanius dari Salamis

Epifanius dari Salamis

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang santo dari Salamis. Untuk santo dari Pavia, lihat Epifanius dari Pavia. Untuk kegunaan lain, lihat Epifanius (disambiguasi).

Epifanius dari Salamis
250px-Epiphanius-Kosovo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Santo Epifanius dalam lukisan fresco (Biara Gračanica)
Uskup Salamis (Siprus), Orakel Palestina
Lahirca 310–320
Yudea
Meninggal403 (usia 82–93)
di laut
Dihormati diKatolik
Gereja Ortodoks Timur
Gereja Ortodoks Oriental
Pesta12 Mei (liturgi Ortodoks Timur)[1]
Pashon 17 (liturgi Ortodoks Koptik) (Ortodoksi Koptik)
AtributVestimentum sebagai uskup dalam omoforion, terkadang memegang gulungan
KontroversiIkonoklasme

Santo Epifanius dari Salamis (bahasa Yunani:Ἐπιφάνιος, Epifanios; bahasa Latin:Epiphanius) lahir sekitar tahun 315 dan wafat tahun 403.[2][3] Santo Epifanius pernah dipertimbangkan sebagai salah satu bapa gereja yang hidup pada akhir abad ke empat.[3] Ia adalah seorang Yahudi yang menjadi Kristen sejak masa mudanya.[3] Ia kemudian terpilih sebagai Uskup Salamis, di Siprus.[3] Santo Epifanius terkenal sebagai seorang pembela ajaran iman Kristen yang benar dari serangan berbagai ajaran sesat.[3] Dengan khotbah-khotbah dan tulisannya tentang berbagai ajaran iman, ia berhasil menegakkan ajaran iman Kristen yang benar.[3] Ia meninggal dunia pada 12 Mei 403.[3] Hari kematiannya ini kemudian diperingati sebagai hari perayaaan bagi dirinya, baik dalam gereja Katolik Roma, gereja Ortodoks Timur dan gereja Ortodoks Oriental.[3]

Santo Epifanius membuat tulisan melawan ajaran sesat Collyridianisme dalam buku apologetiknya yang terkenal, Panarion (artinya: Kotak Obat-obatan). Buku ini berisi sanggahan-sanggahan Santo Epifanius terhadap lebih dari 80 jenis ajaran sesat yang dia ketahui pada zamannya. Dalam buku ini, dia menyanggah antara lain dua ajaran sesat ekstrem dan saling bertolak-belakang mengenai Bunda Maria, yaitu Collyridianisme (yang menuhankan Bunda Maria) dan Antidicomarianitisme, sebuah sekte Arab yang merendahkan dan melecehkan status dan kebajikan Bunda Maria serta mengklaim bahwa Bunda Maria melakukan hubungan suami istri dengan Yusuf sehingga Bunda Maria tidak dapat diyakini sebagai "Yang Tetap Perawan Selamanya". (lihat: Panarion 78:1)[4]

Santo Epifanius juga menekankan perbedaan antara Bunda Maria dan Allah:

“Sekarang tubuh Bunda Maria memang adalah suci, tetapi itu bukanlah Allah; Perawan [Maria] memang adalah seorang perawan dan dihormati, tetapi ia tidak diberikan bagi kita untuk disembah, melainkan ia sendiri menyembah Dia yang lahir dalam daging darinya. ... Menghormati Maria, tetapi hendaklah Bapa, Putera dan Roh Kudus disembah, hendaklah tidak seorang pun menyembah Maria, ... sekalipun Maria adalah tercantik dan kudus dan terhormat, tetapi ia ada tidak untuk disembah.”
(Panarion 79:1,4)

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ (dalam bahasa Yunani) Ὁ Ἅγιος Ἐπιφάνιος Ἐπίσκοπος Κωνσταντίας καὶ Ἀρχιεπίσκοπος Κύπρου. 12 Μαΐου. ΜΕΓΑΣ ΣΥΝΑΞΑΡΙΣΤΗΣ.
  2. ↑ (Inggris)David Farmer. 1997. The Oxford Dictionary of Saints . New York: Oxford University Press. P. 167-168.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, Orang Kudus Sepanjang Tahun, disunting oleh: Drs. Michael Benyamin Mali, Penerbit OBOR, cetakan ke-VII, bulan Mei 2004. Hlm. 226.
  4. ↑ Ajaran Sesat Collyridianisme - Indonesian Papist

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan