Rabu, 23 September 2026
07:16 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Enoksasin

Enoksasin

senyawa kimia

Enoksasin
250px-Enoxacin.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa601013
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
Pengenal
  • asam 1-etil-6-fluoro-4-okso-7-(piperazin-1-il)-1,4-dihidro-1,8-naftridina-3-karboksilat
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
Data sifat kimia dan fisik
RumusC15H17FN4O3
Massa molar320,32 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
Titik leleh220 hingga 224 °C (428 hingga 435 °F)
  • Fc1c(nc2c(c1)C(=O)C(\C(=O)O)=C/N2CC)N3CCNCC3
  • InChI=1S/C15H17FN4O3/c1-2-19-8-10(15(22)23)12(21)9-7-11(16)14(18-13(9)19)20-5-3-17-4-6-20/h7-8,17H,2-6H2,1H3,(H,22,23) checkY
  • Key:IDYZIJYBMGIQMJ-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Enoksasin[catatan 1] adalah antibiotik fluorokuinolon spektrum luas oral yang digunakan dalam pengobatan infeksi saluran kemih dan gonore. Insomnia adalah efek samping yang umum yang ditimbulkannya.[1][2] Obat ini tidak lagi tersedia di Amerika Serikat. Enoksasin mungkin memiliki efek menghambat kanker.[3]

Mekanisme kerja

Kuinolon dan fluorokuinolon (termasuk enoksasin) adalah antibiotik bakterisida, yang membasmi bakteri dengan mengganggu replikasi DNA. Seperti fluorokuinolon lainnya, enoksasin berfungsi dengan menghambat girase DNA bakteri dan topoisomerase IV. Penghambatan enzim ini mencegah replikasi, transkripsi, perbaikan, dan rekombinasi DNA bakteri.[4][5] Enoksasin menghambat ekspresi mikroRNA mir-34-5p, yang menyebabkan peningkatan umur nematoda C. elegans.[6] Enoksasin aktif terhadap banyak bakteri Gram-positif.[catatan 2] Enoksasin juga aktif terhadap bakteri Gram-negatif[catatan 3][7][8]

Farmakokinetik

Setelah pemberian oral, enoksasin diserap dengan cepat dan baik dari saluran gastrointestinal. Antibiotik didistribusikan secara luas ke seluruh tubuh dan di berbagai jaringan biologis. Konsentrasi jaringan sering kali melebihi konsentrasi serum. Pengikatan enoksasin ke protein serum adalah 35 hingga 40%. Waktu paruh eliminasi serum pada subjek dengan fungsi ginjal normal adalah sekitar 6 jam. Sekitar 60% dari dosis yang diberikan secara oral diekskresikan dalam urin sebagai obat yang tidak berubah dalam waktu 24 jam.[9][10] Sejumlah kecil dosis obat yang diberikan diekskresikan dalam empedu.[11] Konsentrasi tinggi fluorokuinolon dicapai dalam saluran kemih, dan fakta ini memastikan efek antibakteri berlanjut dari waktu ke waktu, terutama di distrik ini.

Kegunaan medis

Enoksasin dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi, terutama gastroenteritis termasuk diare infeksius, infeksi pernapasan, gonore[12] dan infeksi saluran kemih.[13][14]

Efek samping

Enoksasin, seperti fluorokuinolon lainnya, diketahui memicu sawan atau menurunkan ambang sawan.[15] Senyawa ini tidak boleh diberikan kepada pasien dengan epilepsi atau riwayat serangan kejang sebelumnya karena dapat memicu timbulnya gangguan ini.[16]

Kontraindikasi

Enoksasin dikontraindikasikan pada subjek dengan riwayat hipersensitivitas terhadap zat tersebut atau anggota kelas kuinolon lainnya, atau komponen obat apa pun. Enoksasin, seperti fluorokuinolon lainnya, dapat menyebabkan perubahan degeneratif pada sendi penyangga beban hewan muda. Senyawa ini hanya boleh digunakan pada anak-anak jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya.[17][18]

Interaksi

  • Fenbufen: pemberian bersamaan dengan beberapa kuinolon, termasuk enoksasin, dapat meningkatkan risiko kejang. Oleh karena itu, pemberian fenbufen dan kuinolon secara bersamaan harus dihindari sebagai tindakan pencegahan.[19][20][21][22]
  • Teofilin: pada pasien yang diobati bersamaan dengan teofilin dan enoksasin, konsentrasi metilksantin dalam plasma meningkat karena berkurangnya klirens metabolik teofilin.[23][24][25][26]
  • Ranitidin, sukralfat, antasida yang mengandung magnesium atau aluminium, serta suplemen yang mengandung kalsium, zat besi, atau seng: pemberian bersamaan dengan zat-zat ini dapat menyebabkan kegagalan terapi antibiotik karena berkurangnya penyerapan oleh saluran usus. Misalnya magnesium atau aluminium pada antasida mengubah enoksasin menjadi garam yang tidak larut sehingga tidak mudah diserap oleh saluran pencernaan.[27][28][29]

Catatan

  1. Enoksasin dijual dengan nama dagang berikut:: Almitil, Bactidan, Bactidron, Comprecin, Enoksetin, Enoxen, Enroxil, Enoxin, Enoxor, Flumark, Penetrex, Gyramid, Vinone.
  2. Contoh bakteri Gram-positif termasuk: Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Clostridium perfringens.
  3. Bakteri Gram-negatif termasuk: Acinetobacter, Citrobacter, Campylobacter, Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Moraxella catarrhalis, Serratia marcescens, Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Salmonella, Shigella flexneri.

Referensi

  1. Rafalsky V, Andreeva I, Rjabkova E (Juli 2006). Rafalsky VV (ed.). "Quinolones for uncomplicated acute cystitis in women". The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2006 (3): CD003597. doi:10.1002/14651858.CD003597.pub2. PMC 7003573. PMID 16856014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  2. Mogabgab WJ (Desember 1991). "Recent developments in the treatment of sexually transmitted diseases". The American Journal of Medicine. 91 (6A): 140S–144S. doi:10.1016/0002-9343(91)90327-T. PMID 1767802.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Jałbrzykowska K, Chrzanowska A, Roszkowski P, Struga M (Juni 2022). "The New Face of a Well-Known Antibiotic: A Review of the Anticancer Activity of Enoxacin and Its Derivatives". Cancers. 14 (13): 3056. doi:10.3390/cancers14133056. PMC 9264829. PMID 35804828.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Yoshida H, Nakamura M, Bogaki M, Ito H, Kojima T, Hattori H, Nakamura S (April 1993). "Mechanism of action of quinolones against Escherichia coli DNA gyrase". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 37 (4): 839–845. doi:10.1128/aac.37.4.839. PMC 187778. PMID 8388200.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Wolfson JS, Hooper DC (Oktober 1985). "The fluoroquinolones: structures, mechanisms of action and resistance, and spectra of activity in vitro". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 28 (4): 581–586. doi:10.1128/aac.28.4.581. PMC 180310. PMID 3000292.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Pinto S, Sato VN, De-Souza EA, Ferraz RC, Camara H, Pinca AP, Mazzotti DR, Lovci MT, Tonon G, Lopes-Ramos CM, Parmigiani RB, Wurtele M, Massirer KB, Mori MA (September 2018). "Enoxacin extends lifespan of C. elegans by inhibiting miR-34-5p and promoting mitohormesis". Redox Biology. 18: 84–92. doi:10.1016/j.redox.2018.06.006. PMC 6037660. PMID 29986212.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Chin NX, Neu HC (November 1983). "In vitro activity of enoxacin, a quinolone carboxylic acid, compared with those of norfloxacin, new beta-lactams, aminoglycosides, and trimethoprim". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 24 (5): 754–763. doi:10.1128/aac.24.5.754. PMC 185938. PMID 6229216.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Wise R, Andrews JM, Danks G (Maret 1984). "In-vitro activity of enoxacin (CL-919), a new quinoline derivative, compared with that of other antimicrobial agents". The Journal of Antimicrobial Chemotherapy. 13 (3): 237–244. doi:10.1093/jac/13.3.237. PMID 6586712.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Wise R, Lockley R, Dent J, Webberly M (Juli 1984). "Pharmacokinetics and tissue penetration of enoxacin". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 26 (1): 17–19. doi:10.1128/aac.26.1.17. PMC 179907. PMID 6591851.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Wise R, Lister D, McNulty CA, Griggs D, Andrews JM (1986). "The comparative pharmacokinetics and tissue penetration of four quinolones including intravenously administered enoxacin". Infection. 14 (Suppl 3): S196–S202. doi:10.1007/bf01667843. PMID 3463542. S2CID 21959049.
  11. Flowerdew A, Walker E, Karran SJ (1985). Evaluation of biliary pharmacokinetics of oral enoxacin, a new quinolone antibiotic. 14th International Congress of Chemotherapy. Kyoto. hlm. 42.
  12. van der Willigen AH, van der Hoek JC, Wagenvoort JH, van Vliet HJ, van Klingeren B, Schalla WO, Knapp JS, van Joost T, Michel MF, Stolz E (April 1987). "Comparative double-blind study of 200- and 400-mg enoxacin given orally in the treatment of acute uncomplicated urethral gonorrhea in males". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 31 (4): 535–538. doi:10.1128/aac.31.4.535. PMC 174773. PMID 3111354.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Huttunen M, Kunnas K, Saloranta P (Februari 1988). "Enoxacin treatment of urinary tract infections in elderly patients". The Journal of Antimicrobial Chemotherapy. 21 (Suppl B): 105–111. doi:10.1093/jac/21.suppl_b.105. PMID 3162900.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. Backhouse CI, Matthews JA (Juni 1989). "Single-dose enoxacin compared with 3-day treatment for urinary tract infection". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 33 (6): 877–880. doi:10.1128/aac.33.6.877. PMC 284249. PMID 2764538.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. De Sarro A, Zappalá M, Chimirri A, Grasso S, De Sarro GB (Juli 1993). "Quinolones potentiate cefazolin-induced seizures in DBA/2 mice". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 37 (7): 1497–1503. doi:10.1128/aac.37.7.1497. PMC 188001. PMID 8395790.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Simpson KJ, Brodie MJ (Juli 1985). "Convulsions related to enoxacin". Lancet. 2 (8447): 161. doi:10.1016/s0140-6736(85)90270-3. PMID 2862357. S2CID 45528661.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. Chalumeau M, Tonnelier S, D'Athis P, Tréluyer JM, Gendrel D, Bréart G, Pons G (Juni 2003). "Fluoroquinolone safety in pediatric patients: a prospective, multicenter, comparative cohort study in France". Pediatrics. 111 (6 Pt 1): e714–e719. doi:10.1542/peds.111.6.e714. PMID 12777590.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. Committee on Infectious Diseases (September 2006). "The use of systemic fluoroquinolones". Pediatrics. 118 (3): 1287–1292. doi:10.1542/peds.2006-1722. PMID 16951028.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. Morita H, Maemura K, Sakai Y, Kaneda Y (Mei 1988). "[A case of convulsion, loss of consciousness and subsequent acute renal failure caused by enoxacin and fenbufen]". Nihon Naika Gakkai Zasshi. The Journal of the Japanese Society of Internal Medicine (dalam bahasa Jepang). 77 (5): 744–745. doi:10.2169/naika.77.744. PMID 3216153.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Hara Y, Ally A, Suzuki T, Murayama S (Oktober 1992). "[Effects of drugs on the convulsions induced by the combination of a new quinolone antimicrobial, enoxacin, and a nonsteroidal anti-inflammatory drug, fenbufen, in mice]". Nihon Yakurigaku Zasshi. Folia Pharmacologica Japonica (dalam bahasa Jepang). 100 (4): 301–305. doi:10.1254/fpj.100.301. PMID 1446880.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. Masukawa T, Nakanishi K, Natsuki R (April 1998). "Role of nitric oxide in the convulsions following the coadministration of enoxacin with fenbufen in mice". Japanese Journal of Pharmacology. 76 (4): 425–429. doi:10.1254/jjp.76.425. PMID 9623721.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. Masukawa T, Nakanishi K (Februari 1997). "Circadian variation in enoxacin-induced convulsions in mice coadministered with fenbufen". Japanese Journal of Pharmacology. 73 (2): 175–177. doi:10.1254/jjp.73.175. PMID 9074952.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. Wijnands WJ, van Herwaarden CL, Vree TB (Juli 1984). "Enoxacin raises plasma theophylline concentrations". Lancet. 2 (8394): 108–109. doi:10.1016/s0140-6736(84)90283-6. PMID 6145999. S2CID 22217064.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. Niki Y, Soejima R, Kawane H, Sumi M, Umeki S (Oktober 1987). "New synthetic quinolone antibacterial agents and serum concentration of theophylline". Chest. 92 (4): 663–669. doi:10.1378/chest.92.4.663. PMID 3477409. Diakses tanggal 2014-09-25.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  25. Mizuki Y, Fujiwara I, Yamaguchi T, Sekine Y (Agustus 1996). "Structure-related inhibitory effect of antimicrobial enoxacin and derivatives on theophylline metabolism by rat liver microsomes". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 40 (8): 1875–1880. doi:10.1128/AAC.40.8.1875. PMC 163433. PMID 8843297.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Sano M, Kawakatsu K, Ohkita C, Yamamoto I, Takeyama M, Yamashina H, Goto M (1988). "Effects of enoxacin, ofloxacin and norfloxacin on theophylline disposition in humans". European Journal of Clinical Pharmacology. 35 (2): 161–165. doi:10.1007/bf00609246. PMID 3191935. S2CID 1513011.
  27. Grasela TH, Schentag JJ, Sedman AJ, Wilton JH, Thomas DJ, Schultz RW, Lebsack ME, Kinkel AW (Mei 1989). "Inhibition of enoxacin absorption by antacids or ranitidine". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 33 (5): 615–617. doi:10.1128/aac.33.5.615. PMC 172500. PMID 2751276.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. Nix DE, Lebsack ME, Chapelsky M, Sedman AJ, Busch J, Norman A (April 1993). "Effect of oral antacids on disposition of intravenous enoxacin". Antimicrobial Agents and Chemotherapy. 37 (4): 775–777. doi:10.1128/aac.37.4.775. PMC 187758. PMID 8494374.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. Misiak PM, Eldon MA, Toothaker RD, Sedman AJ (Januari 1993). "Effects of oral cimetidine or ranitidine on the pharmacokinetics of intravenous enoxacin". Journal of Clinical Pharmacology. 33 (1): 53–56. doi:10.1002/j.1552-4604.1993.tb03903.x. PMID 8429114. S2CID 35219055.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan