Senin, 26 Oktober 2026
18:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Emanuel Nobel

Emanuel Nobel

Bagikan:
250px-Emmanuel_Nobel_by_Valentin_Alexandrovich_Serov.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emanuel Nobel

Emanuel Nobel (1859–1932) ialah raja minyak Swedia-Rusia, putera Ludvig Nobel, kakak tertua Alfred Nobel.

Setelah kematian ayahnya pada 1888, Emanuel Nobel, mengambil alih menjalankan kerajaan minyak keluarga, Branobel, yang bermarkas di Baku dan merupakan perusahaan minyak terbesar di Eropa. Ia tetap di perusahaan itu hingga ia terpaksa melarikan diri pada April 1920, saat Bolshevik mencaplok Baku, menyusul Revolusi Rusia.

Emanuel Nobel ialah pebisnis berhaluan maju, seperti ayahnya, yang telah mendesak pembangunan jalur pipa pertama di Rusiadan tanker minyak pertama di dunia pada 1878, seperti gerbong tank kereta api pertama di dunia pada 1883. Pada 16 Februari 1898 Emanuel menandatangani lisensi persetujuan di Berlin dengan Rudolf Diesel, setelah mendengar Diesel menggambarkan mesin barunya dalam ceramah umum. Persetujuan itu memungkinkan Nobel membangun ladang mesin diesel pertama di dunia di St Petersburg, dan mesin itu digunakan untuk menggerakkan armada tanker oil Branobel.

Referensi

  • Tolf, Robert (1976): The Russian Rockefellers: the saga of the Nobel family and the Russian oil industry Hoover Institution Press, Stanford University ISBN 0-8179-6581-5
  • Åsbrink, Brita (2001): Ludvig Nobel: "Petroleum har en lysande framtid!" Wahlström & Widstrand ISBN 978-91-46-18181-1

Pranala luar


Flag of RusiaBiography icon

Artikel bertopik biografi Rusia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan