Minggu, 18 Oktober 2026
22:40 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Eman Sulaeman

Budayawan dan sejarawan Indonesia (1937-2021)

Bagikan:
Eman Sulaeman
Lahir
Tubagus Eman Sulaeman

(1937-03-27)27 Maret 1937
Meninggal28 Juni 2021(2021-06-28) (umur 84)
PekerjaanSejarawan, budayawan

Tubagus Eman Sulaeman atau kerap dituliskan juga sebagai Eman Sulaiman (27 Maret 1937 – 28 Juni 2021) adalah seorang budayawan, pengarang dan pemeran asal Indonesia keturunan Sunda-Banten. Ia dikenal luas sebagai salah satu sejarawan Bogor.[1][2]

Profil

Saat masih muda, Eman pernah bekerja sebagai aparatur sipil negara di Kantor Bapenda Kota Bogor dari tahun 1956–1966 dan kemudian dimutasikan ke Radio Republik Indonesia Regional II Bogor dari 1966–1993. Saat bekerja di RRI inilah, Eman banyak bersinggungan dengan para pekerja seni yang membuatnya tertarik untuk mendalami sejarah seni dan budaya lokal Sunda yang berada di Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.[3][4][5] Kecintaannya pada sejarah tidak lepas dari pengaruh gurunya Mas Ace Salmun Raksadikaria yang juga berasal dari Banten.[6]

Eman juga kerap tampil dalam beberapa peran untuk film, diantaranya sebagai petugas polisi dalam film Warkop DKI Sabar Dulu Dong...! yang mengambil lokasi syuting di Bogor.[7] Ia juga tampil dalam beberapa judul sinetron diantaranya Lorong Waktu[8] dan 3 Sempruuul Mengejar Surga. Ia juga sering tampil dalam pagelaran teater serta program sandiwara yang ditayangkan di TVRI bersama Umar Machdam.[9]

Eman meninggal dunia pada 28 Juni 2021 akibat penyakit asma yang sudah lama dideritanya.[10][11] Ia dimakamkan di Bantar Kemang, Bogor.[12]

Referensi

  1. ↑ "Sebuah Catatan Kecil Tentang Bogor, Karya Budayawan Eman Sulaeman". Inilah Online. 5 Oktober 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  2. ↑ Naryo (4 Januari 2016). "Pelestari Juluki Bogor Kota Hujan Dan Sejarah". ANTARA News. LKBN Antara. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  3. ↑ Subarna, Ubay (2 Maret 2023). "Eman Sulaeman, Samemeh pupus Aktif di widang Seni Budaya". Sunda Urang. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-01-24. Diakses tanggal 14 Maret 2026.
  4. ↑ "Pesan Eman Sulaeman Budayawan Bogor". Berita Bogor. 28 Januari 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  5. ↑ "HUT Ke-23, KPJ Bogor Gelar Doa Bersama dan Ziarah". kotabogor.go.id. Pemerintah Kota Bogor. 15 November 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Kagum! Begini Sosok MA Salmun di Mata Budayawan Bogor Eman Sulaeman". Pojok Bogor. 3 Juni 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  7. ↑ "Sabar Dulu Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 5 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Lorong Waktu 2 Episode 40". Vidio.com. Demi Gisela Citra Sinema dan SCTV. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 7 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "TENTANG UMAR MACHDAM". Wordpress. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  10. ↑ "Budayawan Eman Sulaeman Meninggal Dunia, Rd Ace Sumanta: Almarhum Orang Baik". Apa Kabar Bogor. 29 Juni 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  11. ↑ "IKKPAS Turut Belasungkawa Atas Berpulangnya Budayawan Eman Sulaeman". lintasdaerah.com. 28 Juni 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.
  12. ↑ Hakim, Lucky (28 Juni 2021). "Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun… Budayawan Bogor Eman Sulaeman Berpulang". Radar Bogor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2022.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi pemeran (aktor/aktris) Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan