Jumat, 25 September 2026
13:56 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Elimia

Elimia

Suku kuno di Sisilia

250px-Sicily_prehellenic_topographic_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perkiraan lokasi Elimia dan tetangga mereka, Sicani dan Sicels di Sisilia sekitar abad ke-11 SM (sebelum kedatangan Fenisia dan Yunani).

Bangsa Elimia (bahasa Yunani: Ἔλυμοι, lymoi, bahasa Latin:Elymi) adalah suku kuno yang mendiami wilayah bagian barat Sisilia selama periode Zaman Perunggu dan Zaman Klasik.

Asal usul

Terlepas dari kisah-kisah mitologis, tidak banyak yang dapat diketahui tentang identitas dan budaya bangsa Elimia ini. Mereka tidak dapat dibedakan dari bangsa tetangga di Sicani dalam catatan arkeologi dari awal Zaman Besi (ca 1.100-700 SM). Setelah itu mereka tampaknya telah mengadopsi banyak aspek budaya kolonial Yunani di Sisilia, dengan membangun kuil di Segesta dan menggunakan alfabet Yunani untuk menulis bahasa mereka sendiri. Hingga saat ini, belum ada pihak yang berhasil menguraikan atau menjabarkan bahasa Elimia.

250px-Segesta%2C_Tempio_greco.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuil bangsa Elimia di Segesta, Sisilia.

Sejarah

Bangsa Elimia memelihara hubungan persahabatan (aliansi) dengan bangsa Kartago, terapi sering berkonflik dengan koloni-koloni ekspansionis Yunani di bagian barat Sisilia, khususnya Selinus. Konflik perbatasan dengan Selinus pecah menjadi perang terbuka pada beberapa kesempatan setelah tahun 580 SM. Mereka lalu berusaha bersekutu pertama kali dengan Athena untuk melawan Selinus, memacing kegagalan ekspedisi Sisilia yang menjadi bencana pada 415-413 SM. Menyusul kegagalan ini, lalu Elimia mendesak Kartago untuk menyerang Selinus pada 409 SM dan berhasil mengalahkan musuhnya.

Meskipun demikian, mereka menyerang Kartago selama pecah Perang Punik I dan malah bersekutu dengan Roma. Bangsa Elimia diberikan status istimewa di bawah pemerintahan Romawi dan dibebaskan dari pungutan pajak. Hal ini dikatakan sebagai pengakuan atas klaim bangsa Elimia mengenai leluhur Troya yang membuat mereka dianggap seperti sepupu dari bangsa Romawi yang juga mengaku sebagai keturunan dari Troya. Tampaknya, sebagian besar bangsa Elimia telah menghilang dari pandangan di bawah pemerintahan Romawi, kemungkinan terjadinya asimilasi dengan populasi umum di Sisilia.

Area pemukiman

250px-Sicily_elymians.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta perkiraan area pemukiman bangsa Elimia.

Bangsa Elimia, berbagi wilayah dengan Sicani, Fenisia dan Yunani di bagian barat Sisilia. Tiga kota penting wilayah tersebut adalah Segesta sebagai kota pusat politik, Eryx (Sisilia) (Erice modern) sebagai kota pusat keagamaan dan Entella. Kota-kota lainnya adalah Elima, Halyciae (merujuk kepada Alicia dalam sumber-sumber Italia modern), Laitas, Hypana dan Drepanon.

Lihat pula

Pustaka

  • Falco, Giulia (1997). "Elymoi." In: Der Neue Pauly (DNP) (dalam bahasa Jerman). Athena: J.B. Metzler. ISBN 3-476-01473-8.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |voliume= diabaikan
  • Marchesini, Simona (2012). "The Elymian language". Dalam Olga Tribulato (ed.) (ed.). Language and Linguistic Contact in Ancient Sicily (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 95–114.{{cite book}}: |editor= memiliki nama generik

Pranala luar

  • Sicilian Peoples: The Elymians by Vincenzo Salerno
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan