Minggu, 04 Oktober 2026
17:36 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Efek barnum

Efek barnum

kecenderungan untuk menafsirkan pernyataan yang tidak jelas sebagai pernyataan yang bermakna

Bagikan:
250px-Jumbo_the_elephant_-_3b52419u.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumbo - Poster P.T. Barnum menampilkan kerangka Jumbo

Efek Barnum atau efek Forer, juga disebut sebagai efek Barnum-Forer, adalah suatu fenomena psikologis ketika seseorang menganggap akurat deskripsi mengenai diri mereka yang seolah dibuat khusus untuk mereka, padahal deskripsi itu sebenarnya sangat umum sehingga dapat berlaku untuk banyak orang. Efek ini menjelaskan mengapa banyak orang percaya dengan praktik-praktik tidak ilmiah seperti astrologi, ramalan, grafologi, pembacaan aura dan beberapa jenis tes kepribadian.[1]

Fenomena yang terkait dengan efek Forer adalah validasi subjektif.[2] Validasi subjektif terjadi ketika dua peristiwa yang acak dan tidak terkait dianggap berhubungan agar sesuai dengan keyakinan, harapan atau hipotesis seseorang. Contohnya, saat membaca kolom horoskop, pembaca secara aktif mencoba mengaitkan isi horoskop tersebut dengan aspek kepribadian mereka.

"Percobaan klasik" yang menunjukkan keberadaan efek Forer dilakukan pada tahun 1948.[3] Psikolog Bertram R. Forer membagikan teks psikologi kepada 39 mahasiswa psikologinya dan mereka diberitahu bahwa mereka akan mendapatkan deskripsi kepribadian mereka berdasarkan hasil tes tersebut. Satu minggu kemudian, Forer memberikan kepada setiap mahasiswa sebuah deskripsi yang seolah ditulis khusus untuk mereka. Kebanyakan mahasiswa merasa bahwa hasil tes kepribadian tersebut akurat, dengan rata-rata penilaian sebesar 4,26 dalam skala dari 0 hingga 5. Kenyataannya, mereka semua mendapatkan "deskripsi kepribadian" yang sama. Forer juga menyusun "hasil tes kepribadian" tersebut dari buku astrologi dan kalimat-kalimat yang digunakan adalah kalimat yang sangat umum.[4] Contoh kalimat-kalimatnya adalah "kamu ingin agar orang lain menyukaimu", "kamu cenderung kritis kepada dirimu sendiri", atau "kamu punya kapasitas yang belum sepenuhnya kamu gali."[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Tobacyk, Jerome; Milford, Gary; Springer, Thomas; Tobacyk, Zofia (Juni 10, 2010). "Paranormal Beliefs and the Barnum Effect". Journal of Personality Assessment: 737–739. Diakses tanggal 28 Februari 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Marks, David F. (2000). The Psychology of the Psychic (Edisi 2). Amherst, New York: Prometheus Books. hlm. 41. ISBN 1-57392-798-8.
  3. ↑ Dutton, Denis. "The Cold Reading Technique". Denis Dutton. Denis Dutton. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-01-14. Diakses tanggal 26 Februari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Forer, B.R. (1949). "The fallacy of personal validation: A classroom demonstration of gullibility" (PDF). Journal of Abnormal and Social Psychology. 44 (1). American Psychological Association: 118–123. doi:10.1037/h0059240. PMID 18110193. Diarsipkan dari versi asli pada 2016-03-05.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: BOT: status url asli tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan