Rabu, 04 November 2026
10:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Efek Cinderella

Efek Cinderella

Bagikan:
250px-Cinderella_1865_%283%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cinderella adalah tokoh utama dalam cerita dongeng klasik Eropa yang dipopulerkan dalam berbagai versi termasuk edisi 1865. Cinderella digambarkan sebagai anak perempuan yang diperlukan buruk oleh ibu tiri dan saudara tirinya, tetapi akhirnya mendapatkan perubahan nasib melalui bantuan "peri" dan kesempatan menghadiri pesta kerajaan. Dari cerita tersebut muncul istilah Cinderella Efek dalam psikologi evolusioner, yang digunakan sebagai metafora untuk menjelaskan dugaan bahwa anak tiri memiliki risiko lebih tinggi diperlakukan buruk dibandingkan anak kandung dalam rumah tangga.

Dalam psikologi evolusi, efek Cinderella adalah terjadinya perlakuan tidak menyenangkan terhadap anak-anak dari orang tua tiri. Efek Cinderella mengambil nama dari karakter dongeng Cinderella, seorang gadis yang diperlakukan buruh oleh ibu tiri dan saudari-saudari tirinya. Para pakar psikologi evolusi mendeskripsikan efek tersebut sebagai biproduk dari bias terhadap keluarga biologis dan konflik antara kerabat reproduktif yang campur tangan dengan anak muda yang tak berkerabat dengan salah satu pasangan.[1]

Latar belakang

Pada awal 1970an, sebuah teori timbul pada hubungan antara orangtua tiri dan perlakuan buruk anak-anak. Pada 1973, psikiatris forensik P. D. Scott menjelaskan informasi tentang contoh "kasus bayi babak belur yang berakibat fatal" yang dilakukan dengan nuansa marah, dan mendapati bahwa 15 dari 29 pembunuhan yang ia dipertimbangkan, atau 52%, dilakukan oleh ayah tiri.[1]

Catatan

  1. 1 2 Daly & Wilson (1999), p. 33

Referensi

Bacaan tambahan

Pranala luar

Cinderella (1697)
Karakter
Film
Animasi
Sekuel
Televisi
Adaptasi sastra
Opera
Balet
Musikal
Drama
Komik
Lagu
Album
Sosiologi
Iklan
Dewasa
Variasi nasional
Permainan
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan