Sabtu, 26 September 2026
18:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Edictum Rothari

Edictum Rothari

250px-RO005.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip Maklumat Rothari

Edictum Rothari (juga disebut Edictus Rothari atau Edictum Rotharis) adalah kompilasi hukum Langobardi yang pertama. Dokumen ini diproklamirkan pada tanggal tahun 643 oleh Raja Rothari. Menurut Paulus Diakonus, hukum adat Langobardi (bahasa Langobardi: cawarfidae) sebelumnya tidak tertulis. Maklumat ini ditulis dalam bahasa Latin Vulgar dan berisi tentang hukum adat Langobardi dengan beberapa perubahan untuk membatasi kekuasaan bangsawan feudal dan memperkuat wewenang raja. Walaupun hukum ini ditulis dalam bahasa Latin, terdapat beberapa kata dalam bahasa Langobardi yang tidak dapat diterjemahkan, seperti "grabworfin, arga, sculdhais, morgingab, metfio, federfio, mahrworfin, launegild, thinx, waregang, gastald, mundius, angargathung, fara, walupaus, gairethinx, aldius, actugild, atau wegworin".

Maklumat ini terdiri dari 388 bab dan cenderung primitif bila dibandungkan dengan undang-undang suku Jermanik lainnya. Hukum ini juga terlambat dikodifikasi karena suku Franka, Visigoth dan Anglo-Saxon sudah melakukannya terlebih dahulu. Tidak seperti Breviarium Alaricianum yang dibuat atas perintah Raja Visigoth Alaric II pada abad ke-6, Maklumat ini berisi hukum suku Jermanik yang terkait dengan weregild, warisan dan duel, dan bukan hukum Romawi. Selain itu, undang-undang ini tidak dipengaruhi oleh hukum gereja seperti Forum Iudicum bangsa Visigoth. Untuk urusan keagamaan Edictum Rothari hanya melarang kekerasan di gereja.

Maklumat Rothari juga memberikan wewenang militer kepada adipati dan wewenang sipil kepada schulthais (atau reeve) di pedesaan dan castaldus (atau gastald) di perkotaan.

Daftar pustaka

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan