Senin, 05 Oktober 2026
19:55 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Dyah Wiyat

Bagikan:

Dyah Wiyat alias Rajadewi Maharajasa adalah putri bungsu Raden Wijaya, pendiri Majapahit dari istri Gayatri (Rajapatni).

Dyah Wiyat
Rajadewi Maharajasa
Bhre Daha
Berkuasa1309 – ca. 1372 – 1375
PendahuluJayanagara
PenerusRajasaduhita Indudewi
LahirDyah Wiyat
Meninggalca. 1372 – 1375
Pemakaman
Purwawisesa, Adilangu
AyahKertarajasa Jayawardhana
IbuGayatri
PasanganWijayarajasa, Bhre Wengker
KeturunanRajasaduhita Indudewi, Bhre Lasem
WangsaRajasa

Silsilah Dyah Wiyat

Dyah Wiyat adalah putri Raden Wijaya yang lahir dari Gayatri. Ia memiliki kakak kandung bernama Dyah Gitarja, dan kakak tiri bernama Jayanagara, raja kedua Majapahit.

Pararaton mengisahkan Jayanagara yang menjadi raja, merasa takut takhtanya terancam, sehingga Dyah Gitarja dan Dyah Wiyat dilarang menikah. Baru setelah ia meninggal tahun 1328, para ksatria berdatangan melamar kedua putri tersebut. Setelah diadakan sayembara, diperoleh dua orang ksatriya, yaitu Cakradhara yang menjadi suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat.

Kudamerta kemudian bergelar Wijayarajasa atau Bhre Wengker atau Bhatara Parameswara ring Pamotan. Dari perkawinan itu lahir Indudewi yang menjabat raja bawahan didaerah dengan nama bhre lasem. Anak Kudamerta dengan selir adalah Paduka Sori atau Sri Sudewi yang menjadi permaisuri Hayam Wuruk, putra Dyah Gitarja alias Tribhuwana Tunggadewi.

Peranan Dyah Wiyat

Pada pemerintahan Jayanagara, Dyah Wiyat diangkat sebagai raja bawahan di Kadiri bergelar Rajadewi Maharajasa Bhre Daha. Jabatan ini terus dipegangnya sampai ia meninggal pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, keponakan sekaligus menantunya.

Dalam pemerintahan Hayam Wuruk, Rajadewi tergabung dalam Saptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga raja.

Tidak diketahui dengan pasti kapan Rajadewi meninggal. Pararaton hanya menyebut ia dan kakaknya, Tribhuwana Tunggadewi meninggal setelah pengangkatan Gajah Enggon sebagai patih tahun 1371. Rajadewi kemudian didharmakan di Adilangu, dengan candi bernama Purwawisesa.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan