Rabu, 30 September 2026
17:32 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Drosera hartmeyerorum

Drosera hartmeyerorum

Bagikan:
Drosera hartmeyerorum
250px-DroseraHartmeyerorumSpecialGlands.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto jarak dekat Drosera hartmeyerorum
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Droseraceae
Genus: Drosera
Subgenus: Drosera subg. Drosera
Seksi: Drosera sect. Arachnopus
Spesies:
D. hartmeyerorum
Nama binomial
Drosera hartmeyerorum
Schlauer (2001)

Drosera hartmeyerorum adalah tumbuhan tahunan sundew (embun matahari) yang tumbuh pada musim panas dan merupakan tanaman asli dari utara Australia Barat. Tanaman ini ditemukan pada tahun 1995 oleh Siegfried dan Irmgard Hartmeyer.[1] Drosera hartmeyerorum memiliki daun panjang yang merambat dan dapat dengan mudah melingkar di sekitar serangga malang yang hinggap di atas daunnya. Salah satu hal utama yang membedakan sundew ini dari yang lain adalah adanya trikoma kuning bulat di dasar daunnya. Fungsi dari trikoma kuning tersebut belum diketahui secara pasti. Seperti kebanyakan sundew, tanaman ini tumbuh di area berpasir dan berlumpur gambut yang hangat dan basah dengan kelembapan tinggi serta tingkat nutrisi tanah yang rendah.

Drosera hartmeyerorum awalnya dianggap sebagai subspesies dari D. indica, namun kemudian statusnya ditingkatkan menjadi spesies tersendiri. Bersama dengan D. indica, tanaman ini membentuk seksi Arachnopus dari genus Drosera.[butuh rujukan]

Drosera hartmeyerorum tidak menyukai suhu yang hangat dan sebaiknya dibudidayakan dalam kondisi yang sejuk.[butuh rujukan]

250px-DroseraHartmeyerorumFlower.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga Drosera hartmeyerorum

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Drosera hartmeyerorum.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Droseraceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Templat:Australia-eudicot-stub

Ikon rintisan

Artikel bertopik Flora Australia Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan