Jumat, 25 September 2026
08:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Donald George Quataert

Donald George Quataert (10 September 1941 – 10 Februari 2011) adalah seorang sejarawan di Binghamton University. Ia mengajar mata kuliah sejarah Timur Tengah/Utsmaniyah, dengan minat pada bidang perburuhan, sosial dan ekonomi, pada periode awal dan modern. Ia juga memberikan pelatihan membaca sumber arsip Utsmaniyah.[1]

Pada tahun 2006, ia menerbitkan sebuah artikel yang mengulas buku Donald Bloxham berjudul The Great Game of Genocide: Imperialism, Nationalism, and the Destruction of the Ottoman Armenians. Dalam ulasannya, Quataert menyatakan bahwa ia menggunakan kata genosida karena "melakukan sebaliknya... beresiko menimbulkan penolakan atas kekejaman yang masif dan sistematis" dan bahwa "mengumpulkan bukti menunjukkan bahwa pembunuhan tersebut direncanakan secara terpusat oleh para pejabat pemerintahan Utsmaniyah dan dilakukan secara sistematis oleh bawahannya”. Artikel ulasan tersebut menantang apa yang disebut Quataert sebagai "tembok keheningan Utsmaniyah"[2] tentang masalah ini.[3][4][5]

Beberapa minggu kemudian, Quataert mengundurkan diri dari jabatan ketua dewan direksi Institut Studi Turki yang dijabatnya sejak tahun 2001. Quataert menyatakan bahwa ia terpaksa mengundurkan diri karena tekanan dari duta besar Turki Nabi Şensoy, dan sejumlah anggota dewan lainnya segera mengundurkan diri setelahnya. Mervat Hatem, direktur Asosiasi Studi Timur Tengah, mengirim surat kepada Perdana Menteri Turki Erdogan, mengkritik ancaman pejabat Turki untuk menghentikan pendanaan Institut jika Quataert tidak menarik kembali pernyataannya. Hatem menyatakan bahwa ancaman seperti itu bertentangan dengan kebebasan akademis dan bahwa "pengunduran diri tersebut bertentangan dengan banyaknya permintaan untuk menyerahkan diskusi dan penilaian Genosida Armenia kepada akademisi yang telah dibuat oleh Turki."[6][7][8]

Karya

  • The Ottoman Empire, 1700-1922, Cambridge University Press, 2000.
  • Ottoman Manufacturing in the Age of the Industrial Revolution, Cambridge University Press, 2002.
  • Miners and the State in the Ottoman Empire: The Zonguldak Coalfield, 1822-1920, Berghahn Books, 2006.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Binghamton University Diarsipkan 2016-08-13 di Wayback Machine..
  2. ↑ Quataert, Donald (2006). "The Massacres of Ottoman Armenians and the Writing of Ottoman History". The Journal of Interdisciplinary History. 37 (2): 249–259. doi:10.1162/jinh.2006.37.2.249. ISSN 0022-1953. JSTOR 4139548. S2CID 145622783.
  3. ↑ Gutman, David (2015). "Ottoman Historiography and the End of the Genocide Taboo: Writing the Armenian Genocide into Late Ottoman History". Journal of the Ottoman and Turkish Studies Association. 2 (1): 167. doi:10.2979/jottturstuass.2.1.167.
  4. ↑ Erbal, Ayda (2015). "The Armenian Genocide, AKA the Elephant in the Room". International Journal of Middle East Studies. 47 (4): 783–790. doi:10.1017/S0020743815000987. S2CID 162834123.
  5. ↑ Eissenstat, Howard (2014). "Children of Özal: The New Face of Turkish Studies". Journal of the Ottoman and Turkish Studies Association (dalam bahasa Inggris). 1 (1–2): 23–35. doi:10.2979/jottturstuass.1.1-2.23. ISSN 2376-0702.
  6. ↑ Eissenstat 2014, hlm. 25–26.
  7. ↑ David Holthouse. Institute of Turkish Studies Chair Forced Out For Rebuking Genocide Deniers Diarsipkan 21 May 2010 di Wayback Machine.. Southern Poverty Law Center, 6 June 2008
  8. ↑ Susan Kinzie. Board Members Resign to Protest Chair's Ousting. The Washington Post. 5 July 2008



Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi dari seorang sejarawan Amerika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan