Minggu, 04 Oktober 2026
21:39 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Honoris Causa

Honoris Causa

Bagikan:
250px-Jimmy_Wales_receives_honorary_doctorate_from_Maastricht_University_%285%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gelar kehormatan Doktor honoris causa yang diterima oleh Jimmy Wales dari Universitas Maastricht (2015)

Gelar Honoris Causa (H.C.) (bahasa Latin: "demi kehormatan") adalah gelar akademik kehormatan yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang tanpa perlu menempuh pendidikan formal di institusi tersebut. Gelar ini diberikan sebagai penghargaan atas kontribusi luar biasa seseorang di bidang tertentu atau pencapaian hidup yang istimewa.

Sejarah

Praktik pemberian gelar honoris causa berawal dari Abad Pertengahan di Eropa. Universitas Oxford tercatat memberikan gelar kehormatan pertama kali pada tahun 1470 kepada Lionel Woodville, yang kemudian menjadi Uskup Salisbury.[1]

Kriteria pemberian

Kriteria pemberian gelar honoris causa bervariasi antar institusi, tetapi umumnya mencakup:

  1. Kontribusi signifikan di bidang akademik, seni, atau profesi tertentu
  2. Pencapaian luar biasa dalam pelayanan publik atau kemanusiaan
  3. Dedikasi jangka panjang untuk kemajuan masyarakat

Pelaksanaan

250px-Sukarno_receiving_Doctoris_Honora_Causa_from_Grayson_Kirk%2C_Columbia_University%2C_Presiden_Soekarno_di_Amerika_Serikat%2C_p26.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Indonesia pertama, Soekarno saat menerima gelar Doktor honoris causa dari Universitas Columbia, 1956

Tidak semua penerima gelar doktor kehormatan dapat secara leluasa mencantumkan gelar doktor (Dr. xxx) di awal namanya. Di beberapa negara termasuk Inggris, Australia, dan Selandia Baru, merupakan hal yang tidak biasa bagi seseorang penerima gelar doktor kehormatan untuk mencantumkan gelar doktor di awal namanya.[2][3] Namun ada beberapa pengecualian yang diberikan kepada beberapa orang di bawah ini:

Kontroversi

Pemberian gelar honoris causa terkadang menimbulkan kontroversi, terutama jika diberikan kepada tokoh politik atau public figure yang dianggap kontroversial.[10]

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Honoris causa.

Referensi

  1. ↑ Buxton, L. H. Dudley; Gibson, Strickland (1935). Oxford University Ceremonies. Oxford University Press.
  2. ↑ "The Honorary Degree". West Virginia University. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Maret 2015. Diakses tanggal 14 Maret 2015. [H]onorary degree recipients should not refer to themselves as "Doctor", nor should they use the title on business cards or in correspondence. However, the recipient is entitled to use the appropriate honorary abbreviation behind his or her name
  3. ↑ "How to Address Those With Honorary Degrees". Protocol School of Washington. Diakses tanggal 14 Maret 2015.
  4. ↑ Honorary degree recipients Diarsipkan 5 July 2008 di Wayback Machine. on the Special Collections Research Center Wiki
  5. ↑ "Dr. Billy Graham trying to avoid offending Soviets", UPI story in Minden Press-Herald, 10 Mei 1982, hlm. 1
  6. ↑ Gibbs, Nancy; Richard N. Ostling (15 November 1993). "God's Billy Pulpit". Time. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Desember 2007. Diakses tanggal 26 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Bonanos, Christopher (2012). Instant: The Story of Polaroid, Princeton Architectural Press, hlm. 13. ISBN978-1616890858
  8. ↑ Gillespie, Marcia Ann, Rosa Johnson Butler, and Richard A. Long. (2008). Maya Angelou: A Glorious Celebration. New York: Random House. ISBN978-0-385-51108-7
  9. ↑ "KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA No.XXXIII/MPRS/1967 TENTANG PENCABUTAN KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA DARI PRESIDEN SUKARNO" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-08-13. Diakses tanggal 7 September 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Stech, George (2004). "Honoris Causa: The Effacement of Violence in the Colonial Archive". History in Africa. 31: 347–368.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan