Rabu, 04 November 2026
04:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Lokalisasi pelacuran

Lokalisasi pelacuran

kawasan perkotaan yang berisi hal-hal dewasa (distrik lampu merah)

Bagikan:
330px-RedLightDistrictAmsterdamBloedstraat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kamar-kamar yang dipasangi lampu merah di distrik lampu merah Amsterdam

Lokalisasi (bahasa Inggris:red-light district, pleasure district) adalah sebuah bagian dari kawasan perkotaan tempat pelacuran dan bisnis berorientasi seks, seperti toko dewasa, klub tari telanjang, dan bioskop film dewasa, dapat ditemukan. Dalam banyak kasus, lokalisasi umumnya dihuni oleh pekerja seks komersial wanita, meski ada pula yang dihuni oleh PSK pria dan komunitas gay. Wilayah di beberapa kota besar di seluruh belahan dunia memiliki reputasi internasional sebagai lokasi prostitusi.[1]

Istilah bahasa Inggrisnya, red light district (terj. har. 'distrik lampu merah') berasal dari lampu-lampu merah yang dipakai sebagai tanda untuk rumah-rumah bordil.[2]

Status hukum

Sejumlah lokalisasi (seperti De Wallen, Belanda, atau Reeperbahn, Jerman) menjadi tempat yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebagai lokalisasi legal (dan diregulasi).[3] Sering kali, lokalisasi ini dibentuk oleh otoritas tersebut untuk membantu meregulasi prostitusi dan aktivitas terkait, sehingga dipusatkan di satu tempat saja.[4]

Sejumlah lokalisasi (seperti yang terletak di Den Haag)[5] diawasi dengan kamera video. Hal ini bertujuan untuk memberantas prostitusi ilegal (seperti pelacuran anak), di beberapa tempat yang mengizinkan pelacuran.

960px-Prostitution_laws_of_the_world2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Status hukum pelacuran
  Dekriminalisasi - tidak dihukum
  Legal – legal tetapi diatur
  Semi-legal – legal, tetapi dilarang terorganisasi seperti pada rumah bordil atau muncikari; pelacurannya tidak diatur
  Quasi-legal – ilegal untuk membayari jasa seks, tetapi legal untuk menjual jasa seks
  Ilegal – pelacuran dilarang
  Bervariasi mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku

Referensi

  1. ↑ Caves, R. W. (2004). Encyclopedia of the City. Routledge. hlm. 559. ISBN 9780415252256.
  2. ↑ "Red light (2.)". Oxford English Dictionary. Juni 2010. Diakses tanggal Oktober 6, 2010.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif]
  3. ↑ Yeoman, I.; Yu, R.L. (2012). 2050 - Tomorrow's Tourism. Bristol, Buffalo, Toronto: Channel View Publications. hlm. 109. ISBN 9781845413026.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "The Red Light District of Amsterdam". CamsterDamn. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 20, 2013. Diakses tanggal Februari 20, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Camera surveillance in red-light districts in The Hague". Januari 24, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Media terkait Red-light districts di Wikimedia Commons

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan