Sabtu, 17 Oktober 2026
15:40 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Dispersi samudra

Dispersi samudra

Bagikan:
330px-Theridion_grallator_colonization_pattern_%28Hawaiian_volcano_populations%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur kolonisasi Theridion grallator melalui kepulauan Hawaii timur.

Dispersi samudra adalah sejenis penyebaran biologis yang terjadi ketika organisme darat berpindah dari satu massa daratan ke massa daratan lainnya dengan menyebrangi laut. Jelajah pulau (island hopping) adalah penyebrangan laut oleh serangkaian penyebrangan-penyebrangan kecil melalui pulau-pulau, alih-alih satu penyebrangan tunggal ke tempat tujuan. Umumnya, hal ini terjadi melalui rakit vegetasi mengambang besar seperti yang tampak mengambang di sungai-sungai besar di wilayah tropis, mengarah ke laut, umumnya membawa hewan-hewan yang terjebak.[1] Dispersi melalui rakit semacam itu terkadang dikenal sebagai rafting event.[2] Kolonisasi massa daratan oleh tumbuhan juga terjadi melalui dispersi samudra jarak jauh oleh biij-biji terapung.[3]

250px-Tsunami_Fish_in_Seaside%2C_Oregon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bream batu (Oplegnathus fasciatus) ini terpindah dari Jepang ke Amerika Serikat di dalam sebuah kapal nelayan yang terkena gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011.

Salah satu contoh dari peristiwa ini adalah kolonisasi massa daratan terisolasi oleh mamalia, seperti Madagaskar, yang telah terisolasi selama sekitar 120 juta tahun, dan Amerika Selatan, yang terisolasi selama sebagian besar masa Kenozoikum. Kedua massa daratan tampaknya kedatangan primata melalui mekanisme ini. Menurut bukti genetik, leluhur bersama semua lemur Madagaskar tampaknya menyebrangi Selat Mozambik melalui rakit antara 50 dan 60 juta tahun lalu.[4][5][6]

Referensi

  1. ↑ Mittermeier, R.A.; et al. (2006). Lemurs of Madagascar (Edisi 2nd). Conservation International. hlm. 24–26. ISBN 978-1-881173-88-5.
  2. ↑ "The monkeys that sailed across the Atlantic to South America". BBC. 26 Januari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Won, H.; Renner, S. S. (2006). "Dating dispersal and radiation in the gymnosperm Gnetum (Gnetales) – clock calibration when outgroup relationships are uncertain". Systematic Biology. 55 (4): 610–622. doi:10.1080/10635150600812619. PMID 16969937.
  4. ↑ Roos, Christian; Schmitz, Jürgen; Zischler, Hans (Juli 2004). "Primate jumping genes elucidate strepsirrhine phylogeny". PNAS. 101 (29): 10650–10654. Bibcode:2004PNAS..10110650R. doi:10.1073/pnas.0403852101. PMC 489989. PMID 15249661.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Sellers, Bill (2000-10-20). "Primate Evolution" (PDF). University of Edinburgh. hlm. 13–17. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-02-25. Diakses tanggal 2008-10-23.
  6. ↑ Ali, J. R.; Huber, M. (2010-01-20). "Mammalian biodiversity on Madagascar controlled by ocean currents". Nature. 463 (4 Feb. 2010): 653–656. Bibcode:2010Natur.463..653A. doi:10.1038/nature08706. PMID 20090678. S2CID 4333977.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan