Sabtu, 24 Oktober 2026
08:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Tembok Ratapan

Tembok Ratapan

tempat suci agama Islam dan Yahudi di Yerusalem

Bagikan:
Tembok Barat
الحائط الغربي (HaKotel HaMa'aravi)
250px-Westernwall2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan Tembok Barat
Tembok Ratapan di Yerusalem
Tembok Ratapan
Letak di peta Yerusalem
Nama alternatifTembok Ratapan
Kotel
Tembok Al-Buraq الْحَائِط ٱلْبُرَاق (Ḥā’iṭ al-Burāq)
LokasiYerusalem
Koordinat31°46′36″N 35°14′04″E / 31.7767°N 35.2345°E / 31.7767; 35.2345
JenisTembok batu kapur kuno
Bagian dariBukit Bait Suci
Panjang488 meter (1.601 ft)
TinggiTerpapar: 19 meter (62 ft)
Sejarah
PendiriHerodes Agung
BahanBatu kapur
Didirikan19 SM
Catatan situs
KondisiDiawetkan
Bagian dari seri hal ihwal
Yerusalem
Bukit Bait Allah
Pengepungan
Tempat
Status Politis
Lain-Lain
Dengarkan namanya dalam bahasa Ibrani.
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
250px--Western_Wall.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tembok Ratapan di waktu malam
Tembok Ratapan

Tembok Ratapan atau Tembok Barat (turunan dari bahasa Ibrani:הַכּוֹתֶל הַמַּעֲרָבִי, translit. HaKotel HaMa'aravi‎,[1] sering disingkat sebagai Kotel atau Kosel), dikenal dalam Islam sebagai Tembok Buraq (Arab: Ḥā'iṭ al-Burāq حَائِط ٱلْبُرَاق pelafalan dalam bahasa Arab:['ħaːʔɪtˤalbʊ'raːq]),[2] adalah tembok kapur kuno yang terdapat di Kota Lama Yerusalem.

Tembok Ratapan adalah tempat yang penting dan dianggap suci oleh orang Yahudi. Ini adalah sisa dinding Bait Suci di Yerusalem yang dibangun oleh Raja Herodes. Bait Suci itu hancur ketika orang-orang Yahudi memberontak kepada kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi.

Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanyalah 60 meter.

Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam "Shekhinah" (kehadiran ilahi). Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan.

330px-WesternWall23.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orang Yahudi berdoa di Tembok Barat

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut "Tembok Ratapan" karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu.

Dinding ini dibagi dua dengan sebuah pagar pemisah (mechitza) untuk memisahkan laki-laki dan perempuan. Orang Yahudi Ortodoks percaya bahwa mereka tidak boleh berdoa bersama-sama dengan kaum perempuan.

Lihat juga

Catatan kaki

  1. ↑ Ibrani: הַכֹּתֶל הַמַּעֲרָבִיⓘ, translit.: HaKotel HaMa'aravi; pengucapan Ashkenazi: HaKosel HaMa'arovi
  2. ↑ bahasa Arab:حائط البراق, translit. Ḥā'iṭ al-Burāq, har. 'Wall of Buraq'

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tembok Ratapan.
Foto-foto
Google Street View


Israel

Artikel bertopik Israel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan