Kamis, 29 Oktober 2026
03:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dinding keempat

Dinding keempat

Bagikan:
330px-The_Cherry_Orchard_MAT.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Latar di sebuah produksi Teater Seni Moscow berjudul The Cherry Orchard karya Anton Chekhov yang memuat tiga dinding sebuah ruangan

Dinding keempat adalah dinding tak terlihat di bagian depan yang membatasi antara penonton dengan para pemeran dalam sebuah drama panggung tradisional yang memiliki tiga dinding di sebelah kiri, belakang, dan kanan.

Latar belakang

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Denis Diderot, penulis dan kritikus asal Prancis yang pertama kali merumuskan gaya ini.

Sewaktu Anda menulis atau berakting, pikirkan bahwa para penonton seolah-olah tidak pernah ada. Bayangkan ada tembok besar membentang di depan panggung, memisahkan antara Anda dengan penonton, dan berlakulah seolah-olah tirai penutup tidak pernah diangkat.

Dalam pentas teater, panggung biasanya dibatasi oleh tiga sisi dinding yaitu, sisi kiri, kanan, dan belakang. Dinding keempat adalah istilah untuk menyebut dinding imajiner yang membatasi antara penampil dengan penonton.

Konsep dinding keempat ini Diderot rumuskan dalam semangat realisme dan naturalisme abad ke-18. Segala bentuk kesenian, termasuk di dalamnya teater, harus mencerminkan senyata-nyatanya keadaan. Pertunjukan teater harus realistis seperti di dunia nyata. Menciptakan dinding keempat adalah cara agar para aktor tetap berkonsentrasi dan fokus menghidupi lakon. Penonton juga jadi bisa terhanyut menyaksikan cerita yang ditampilkan.

Diderot membuat usulan seperti itu mungkin karena pentas teater pada era sebelumnya, mulai dari Yunani Kuno hingga zaman William Shakespeare pada abad ke-17, terlalu pecicilan dan kurang elegan. Para aktor sering sekali turun ke barisan penonton. Mereka berbisik ke arah penonton, meminta penonton memegang atau menyembunyikan properti drama, sampai bahkan duduk di pangkuan penonton. Mirip-mirip seperti acara lenong.

Menembus dinding keempat

Menembus dinding keempat alias kesadaran sedang dalam media adalah sebuah kemampuan yang membuat pemiliknya sadar akan eksistensi atau keberadaannya dalam dunia fiksi. Akibatnya, sang tokoh fiksi mampu "berinteraksi" dengan pembaca/penonton, hal ini diibaratkan seperti menembus dinding keempat.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan