Rabu, 28 Oktober 2026
16:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Diagram lingkaran

Diagram lingkaran

Bagikan:

Diagram lingkaran[1] atau bagan lingkar[2] (bahasa Inggris:pie chart; bahasa Belanda:cirkeldiagram, har. 'bagan/diagram lingkar(an)') adalah sebuah diagram berbentuk lingkaran yang dibagi menjadi irisan-irisan untuk menggambarkan proporsi numerik. Dalam sebuah diagram lingkaran, panjang busur setiap irisan (dan alhasil, sudut pusat dan luasnya), proporsional dengan kuantitas yang diwakilinya. Meskipun diagram ini diberi nama karena kemiripannya dengan pai yang telah diiris, terdapat variasi-variasi dalam cara menyajikannya. Diagram lingkaran terawal yang diketahui umumnya dipercayai terdapat pada Statistical Breviary karya William Playfair tahun 1801.[3][4]

langid-500px-Distribution_of_Wealth_in_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah bagan lingkar yang menunjukkan distribusi kekayaan di Indonesia pada tahun 2017.[5]

Diagram lingkaran sangat banyak digunakan di dunia bisnis dan media massa.[6] Namun, diagram ini telah dikritik,[7] dan banyak ahli menyarankan untuk menghindarinya,[8][9][10][11] dengan memperhatikan bahwa penelitian telah menunjukkan sulit untuk membandingkan bagian-bagian yang berbeda dari diagram lingkaran tertentu, atau untuk membandingkan data di berbagai diagram lingkaran yang berbeda. Diagram lingkaran bisa diganti dalam banyak hal dengan skema lain seperti diagram batang, diagram kotak garis, skema titik, dll.

Sejarah

Diagram lingkaran terawal yang diketahui umumnya dipercayai terdapat pada Statistical Breviary karya William Playfair tahun 1801, di mana dua diagram seperti itu digunakan.[3][4][12] Playfair menyajikan sebuah ilustrasi, yang berisi serangkaian diagram lingkaran. Salah satu diagram-diagram ini menggambarkan proporsi Kesultanan Turki yang terletak di Asia, Eropa, dan Afrika sebelum 1789. Penemuan ini tidak banyak digunakan pada awalnya.[3]

Corak awal diagram lingkaran pada abad ke-19
  • Diagram lingkaran dalam "Statistical Breviary" karya William Playfair, 1801
    Diagram lingkaran dalam "Statistical Breviary" karya William Playfair, 1801
  • Salah satu dari diagram-diagram lingkaran, 1801
    Salah satu dari diagram-diagram lingkaran, 1801
  • Peta Minard, 1858
    Peta Minard, 1858
  • Diagram kutub oleh Florence Nightingale, 1858
    Diagram kutub oleh Florence Nightingale, 1858

Insinyur Prancis Charles Joseph Minard adalah salah satu yang pertama menggunakan diagram lingkaran pada tahun 1858, khususnya dalam peta. Peta Minard tahun 1858 menggunakan diagram lingkaran untuk menggambarkan ternak yang dikirim dari seluruh Prancis untuk konsumsi di Paris (1858).

Playfair berpendapat bahwa diagram lingkaran membutuhkan suatu dimensi ketiga untuk menambahkan informasi tambahan.[13] Dikatakan bahwa Florence Nightingale menemukannya, meski sebenarnya dia memopulerkannya dan kemudian dianggap menciptakannya karena ketidakjelasan karya Playfair.[14]

Referensi

  1. ↑ "Diagram lingkaran". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ "Bagan lingkar". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. 1 2 3 Spence (2005)
  4. 1 2 Tufte, p. 44
  5. ↑ "Global wealth databook 2017" (PDF). Credit Suisse (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-04-16.
  6. ↑ Cleveland, p. 262
  7. ↑ Wilkinson, p. 23.
  8. ↑ Tufte, p. 178.
  9. ↑ van Belle, p. 160–162.
  10. ↑ Stephen Few. "Save the Pies for Dessert", August 2007, Retrieved 2010-02-02
  11. ↑ Steve Fenton "Pie Charts Are Bad" Diarsipkan 2015-06-30 di Wayback Machine
  12. ↑ Milestones in the History of Thematic Cartography, Statistical Graphics, and Data Visualization
  13. ↑ Palsky, p. 144–145
  14. ↑ Dave article on this information on QI

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan