Senin, 02 November 2026
00:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Di (konsep Tionghoa)

Bagikan:
Bukan merupakan sebutan di (帝), yaitu sebuah gelar yang digunakan oleh berbagai Dewata atau kaisar China, atau dengan (帝) (juga dibaca Dì), sebutan singkat untuk Dewa Langit Shangdi.
Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.
60px-%E5%9C%B0-order.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hanzi untuk Dì.

Di (Hanzi:地, hanyu pinyin: Dì; Wade-Giles Ti; lit. "bumi") adalah salah satu istilah tertua yang digunakan Bangsa RRT untuk menyebut bumi dan merupakan sebuah konsep kunci atau figur dalam Budaya Tionghoa dan agama. Pada Taoisme dan Konfusianisme, Di sering diterjemahkan sebagai "Bumi" dan disebutkan dalam hubungannya sebagai aspek pelengkap Tian (sering kali diterjemahkan sebagai "Surga").

Etimologi

Dì dalam penulisan bahasa mandarin. Penulisan dalam sistem romanisasi kuno direkonstruksi sebagai *lˤej-s.[1] Tanda asterik (*) di depan kata merupakan penanda umum bahwa kata tersebut sudah tidak digunakan semenjak lama sehingga pengucapan yang sebenarnya tidak diketahui, dan kata yang mengikuti merupakan hasil rekonstruksi semata.

Huruf China 地 adalah sebuah komponen fono-semantik, merupakan kombinasi akar huruf 土 ("bumi", "tanah") dengan penanda bunyi 也 (hanyu pinyin: yě;aksara kuno: *lajʔ[1]). Sebagai 埊, karakter tersebut merupakan bentuk alternatif yang digunakan oleh Maharani Wu Zetian, tetapi penggunaannya tidak berumur panjang.

Pandangan

Taoisme

Dualisme Tian (Surga) dan Di (Bumi) sangat penting dalam kosmologi Taois. keduanya dianggap mengatur kedua kutub dari Tiga Alam Kehidupan, yang mana alam di tengah merupakan tempat tinggal umat manusia.

Lihat Pula

Referensi

Wiktionary logo
Lihat entri 地 di kamus bebas Wikikamus.
  1. 1 2 Baxter, Wm. H. & Sagart, Laurent. Baxter–Sagart Old Chinese ReconstructionPDF (1.93 MB), pp. 20 & 176. 2011. Accessed 11 October 2011.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan