Senin, 02 November 2026
23:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Unjuk rasa Georgia 1956

Bagikan:
Demonstrate Georgia 1956
Bagian dari De-Stalinisasi
Tanggal4 Maret 1956 – 10 Maret 1956
LokasiTbilisi, RSS Georgia, Uni Soviet
SebabDe-Stalinisasi
TujuanPertahanan warisan Stalin, pertahanan identitas nasional Georgia
MetodePawai protes, Piket, Pengunjuk rasa jalanan, Kerusuhan, Pengibaran bendera.
HasilPemulihan ketertiban
Pihak terlibat
Demonstran pro-Stalin, bawah tanah pro-kemerdekaan, mahasiswa
Tokoh utama
Uni Soviet Nikita Khrushchev
Republik Sosialis Soviet Georgia Vasil Mzhavanadze
Uni Soviet Col. Gen. Ivan Fedyuninsky
Uni Soviet Maj. Gen. Vasily Gladkov
Jumlah korban
Meninggal: 22
Cedera: 47
Ditahan: 200[1]

Demonstrasi Maret 1956 di RSS Georgia adalah serangkaian protes terhadap kebijakan de-Stalinisasi Nikita Khrushchev, yang mengejutkan pendukung ideologi Marxis-Leninis Georgia. Pusat protes adalah ibu kota republik, Tbilisi, di mana demonstrasi spontan untuk menandai ulang tahun ketiga kematian Stalin dan untuk memprotes pengecaman Khrushchev terhadap Stalin dengan cepat berkembang menjadi demonstrasi massa tak terkendali dan kerusuhan yang melumpuhkan kota.

Tak lama kemudian, tuntutan politik seperti pergantian pemerintahan pusat di Moskow dan seruan kemerdekaan Georgia dari Uni Soviet muncul.[2]

Referensi

  1. ↑ Lurye, Lev (2007), 1956 god. Seredina veka, p. 134. ISBN 5-7654-4961-1.
  2. ↑ Nahaylo, Bohdan; Swoboda, Victor (1990), Soviet disunion: a history of the nationalities problem in the USSR, p. 120. Free Press, ISBN0-02-922401-2

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan