| Caesio cuning | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Actinopterygii |
| Ordo: | Perciformes |
| Famili: | Lutjanidae |
| Genus: | Caesio |
| Spesies: | C. cuning |
| Nama binomial | |
| Caesio cuning (Bloch, 1791) | |
| Sinonim[2] | |
Caesio cuning, Ikan ekor kuning,[3] Delah,[4] Rappo-rappo,[5] adalah spesies ikan bersirip pari laut, fusilier milik famili Caesionidae. Ini berasal dari Samudra Pasifik Hindia dan Barat.
Keterangan
Caesio cuning memiliki tubuh yang dalam dan terkompresi secara lateral. Rahang, vomer, dan palatina memiliki gigi berbentuk kerucut kecil.[6] Sirip punggung dan dubur bersisik; sirip punggung memiliki 10 duri dan 14 sampai 16, biasanya 15, sinar lunak sedangkan sirip dubur mengandung 3 duri dan 10 sampai 12, biasanya 11, sinar lunak. Sirip dada memiliki 17 hingga 20 sinar sirip, biasanya 18 atau 19.[7] Spesies ini mencapai panjang total maksimum 60 cm (24 in) .[2] Punggung belakang, sirip ekor dan permukaan punggung batang ekor berwarna kuning. Sisa tubuh bagian atas berwarna biru keabu-abuan. Sisi bawah dan perut berwarna putih atau merah muda. Sirip dada, perut, dan dubur berwarna putih hingga merah muda. Sirip dada berwarna hitam di ketiak dan di bagian atas alasnya. Sirip punggung berwarna biru keabu-abuan di bagian depan dan kuning di bagian belakang.[7]
Persebaran
Nama lokal dari masyarakat Yapen mengenai spesies Caesio Cuning adalah Isurungrawanang[8]. Ikan ini biasa dikenal juga dalam bahasa Inggris, yakni Redbelly Yellowtail Fusilier. Ikan ini membentang luas mulai dari Samudra Hindia tropis bagian timur seperti Sri Lanka hingga sampai di Samudra Pasifik bagian barat (Vanuatu), dan juga Jepang bagian selatan sampai Australia bagian barat lau dan timur laut. (Carpenter 2001). Di Papua sendiri, selain dari bagian perairan pesisir pantai Asai seperti yang dilaporkan dalam buku Fauna Ikan Karang Ekonomis Penting, spesies ikan ini juga dilaporkan tanda keberadaannya terdapat pada peraioran Teluk Cendrawasih, Fakfak-Kaimana, dan juga di Raja Ampat. (Allen & Erdmann 2009,Bawole et al. 2014, Sala et al. 2020, Andradi-Brown et al. 2021), serta Teluk Depapre, Jayapura (Paulangan et al. 2020).
Habitat, Makanan, Pertumbuhan dan Reproduksi
Caesio cuning biasanya ditemukan dalam sebuah kelompok kecil hingga besar di perairan pesisir, tepatnya di sekitar batu karang dan terumbu karang hingga kedalaman 60 m (Carpenter 2001, Nggajo et al. 2009). Ikan ini termasuk dalam kelompok planktivore (pemakan plankton), terutama kelompok zooplankton (Carpenter 2001, Edrus & Lestari 2020). Pertambahan bobot relatif seimbang dengan adanya penambahan panjang ukuran tubuh dengan nilai b dalam hubungan panjang bobot kira-kira 2,953-3,129 (mendekati nilai 3). (Hartati et al. 2011, Longenecker et al. 2014, Prihatiningsih et al. 2018). Spesies ikan ini memiliki kematangan kelamin pertama kali pada ukuran 25,7-25,9 cm dengan panjang total (PT) (Dahlan et al. 2018, Prihatiningsih et al. 2018). Adanya perbandingan kelamin yang umumnya telah dilaporkan memperlihatkan bahwa proporsi individu betina lebih besar sekitar 1 : 1,19 atau juga bahkan dapat meningkat hingga 1 : 81 (Hartati et al. 2011, Longenecker et al. 2014, Dahlan et al. 2018, Damora et al. 2018). Proses pemijahan berlangsung secara sinkron (synchronous spawner) dan waktunya berlangsung pada periode umur bulan baru (Ayodya et al. 2021). Musim ini terjadi tepatnya di bulan Juni-Juli dan Septemper-Oktober (Prihatiningsih et al. 2018).[8]
Penangkapan dan Pemanfaatan
Spesies ikan ini merupakan sumber makanan yang cukup penting di beberapa daerah Asia seperti Thailan, Filipina, Indonesia, Papua Nugini. Terkadang biasanya ikan ini dijual ke pasar dalam kondisi yang masih segar, sama halnya yang terjadi di Kampung Asai. Ikan ini lalu ditangkap dengan menggunakai berbagai majenis alat tangkap seperti pukat, jaring muroami (drive-net), perangkap (fish trap) dan jaring insang (Carpenter 2001, Hartati et al. 2011), sedangkan para nelayan yang berada di Kampung Asai memakai alat tangkap bernama "lastop", yakni sejenis speargun.
Status Konservasi
Caesio cuning masuk dalam status least concern (LC) dengan tren populasi di perairan yang stabil (Carpenter et al. 2016).
Referensi
- ↑ Carpenter, K.E.; Russell, B.; Myers, R. (2016). "Caesio cuning". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T20249232A65926995. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T20249232A65926995.en. Diakses tanggal 20 November 2021.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2021). "Caesio cuning" di situs FishBase. Versi February 2021.
- ↑ Sari, Nirmala; Supratman, Okto; Utami, Eva (2019-09-30). "ASPEK REPRODUKSI DAN UMUR IKAN EKOR KUNING (Caesio cuning) YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA". JURNAL ENGGANO (dalam bahasa Inggris). 4 (2): 193–207. doi:10.31186/jenggano.4.2.193-207. ISSN 2527-5186.
- ↑ Gustomi, A; Arizona, M O; Akhrianti, I (2019-10-01). "The Study of Morfometric and Meristic of Yellow Tail Fish Landed in Nusantara Fishery Harbour of Sungailiat, Bangka Regency". IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 353 (1): 012057. doi:10.1088/1755-1315/353/1/012057. ISSN 1755-1307.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - ↑ Dahlan, Muh. Arifin; dkk. (2018). "Aspects of reproductive biology of yellowtail fusilier fish (Caesio cuning Bloch, 1791) in Makassar water" (PDF). AACL Bioflux. 11 (1): 272.
- ↑ K.E. Carpenter (2001). "Caesionidae". Dalam Carpenter, K.E.; Volker H. Neim (ed.). The Living Marine Resources of the Western Central Pacific Volume 5: Bony fishes part 3 (Menidae to Pomacentridae) (PDF). FAO Species Identification Guide for Fishery Purposes. FAO Rome. hlm. 2927.
- 1 2 Kent E. Carpenter (1988). FAO Species Catalogue Volume 8 Fusilier Fishes of the World (PDF). FAO Rome. hlm. 42–44.
- 1 2 Manangkalangi (2023). Fauna Ikan Karang Ekonomis Penting (PDF). Manokwari: WWF Indonesia. hlm. 47.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
| Caesio cuning | |
|---|---|