Selasa, 20 Oktober 2026
20:58 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Dekret 900

Bagikan:

Dekrit 900 (bahasa Spanyol:Decreto 900), juga disebut Hukum Reformasi Pertanian, adalah sebuah hukum reformasi lahan yang disahkan pada 17 Juni 1952, saat Revolusi Guatemala. Hukum tersebut diperkenalkan oleh Presiden Jacobo Árbenz Guzmán dan disahkan oleh Kongres Guatemala. Ini meredistribusikan lahan-lhan yang terpakai dari lebih dari 224 acre (0.902 km²) kepada para petani lokal, mengkompensasi para tuan tanah dengan bon pemerintah. Lahan dari sebagian besar 1,700 estate diredistribusikan kepada sekitar 500,000 keluarga—seperenam populasi negara tersebut.[1] Tujuan dari legislasi tersebut adalah untuk mengubah ekonomi Guatemala dari feodalisme ke kapitalisme. Meskipun hanya berlaku selama delapan belas bulan, hukum tersebut memiliki dampak besar bagi gerakan reformasi lahan Guatemala.[2]

Kelompok-kelompok pribumi, yang lahannya diambil sejak pendudukan Spanyol, meraih keuntungan besar dari dekrit tersebut. Selain meningkatkan pengeluaran pertanian dengan meningkatkan penanaman lahan, reformasi tersebut disanjung karena membantu beberapa orang Guatemala dalam mendapatkan dignitas dan otonomi.[3][4] Dekrit 900 menimbulkan beberapa konflik dalam praktiknya, tetapi tidak besar, dan hukum tersebut disebut sebagai salah satu reformasi lahan paling sukses dalam sejarah. Namun, redistribusi memurkai para tuan tanah besar—termasuk United Fruit Company—dan Amerika Serikat, yang memandang reformasi lahan Guatemala sebagai ancaman komunis. Dekrit 900 kemudian menjadi sebab langsung dari kudeta tahun 1954 yang menggulingkan Árbenz dan menyulut Perang Saudara sepanjang berdekade-dekade.

Referensi

  1. ↑ Gleijeses, Pietro (1991). Shattered Hope. hlm. 3. ISBN 9780691025568.
  2. ↑ Harbour, Creating a New Guatemala (2008), pp. 1, 20.
  3. ↑ Gleijeses, The Agrarian Reform of Jacobo Arbenz" (1989), p. 470. "What an anthropologist wrote of Guatemala in the early 1930s still held true in the fifties: 'The land is for the Indian the symbol of his right to live, the connecting link between the material life with the divine existence.' For the first time since the Spanish conquest, the government returned land to the Indians. For the first time, also, the rural workers and small peasants participated in trade union activities, even though their role was confined to the local level."
  4. ↑ Gordon, "Case History of U. S. Subversion" (1971), p. 138. "The most striking feature of the Arévalo-Arbenz period was the organization and activity of the working class and peasantry, resulting in the development of new and powerful political groups—political parties, peasants' associations, agrarian committees for land allotment, labor unions, women's organizations."

Sumber

Pranala luar

14°36′48″N 90°32′07″W / 14.6133°N 90.5353°W / 14.6133; -90.5353

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan