Rabu, 28 Oktober 2026
20:24 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dekret-dekret Karlsbad

Dekret-dekret Karlsbad

Bagikan:
250px-Karikatur_Denkerclub.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kariaktor yang mengejek Dekret Karlsbad.

Dekret-dekret Karlsbad adalah sejumlah pembatasan yang diberlakukan di negara-negara bagian Konfederasi Jerman berdasarkan resolusi Bundesversammlung pada tanggal 20 September 1819 setelah diadakannya konferensi di kota Karlsbad, Bohemia. Dekret ini melarang organisasi nasionalis "Burschenschaften", memecat profesor-profesor universitas yang liberal, dan memperkuat penyensoran media. Tujuannya adalah untuk menindas sentimen yang menginginkan penyatuan Jerman. Dekret ini diberlakukan pada masa kerusuhan Hep-Hep yang berakhir satu bulan setelah resolusi ini dikeluarkan.

Latar belakang

Pertemuan perwakilan negara-negara Konfederasi Jerman dihimpunkan oleh Menteri Negara Austria Pangeran Klemens Wenzel von Metternich setelah mahasiswa Burschenschaft liberal Karl Ludwig Sand membunuh penulis konservatif August von Kotzebue pada tanggal 23 Maret 1819 dan upaya Karl Löning untuk membunuh presiden Nassau Karl von Ibell pada tanggal 1 Juli 1819.[1][2]

Catatan kaki

  1. ↑ Carl Schurz (1913). Lebenserinnerungen Bis zum Jahre 1850: Selections. Edited with notes and vocabulary by Edward Manley. Norwood, Massachusetts: Allyn and Bacon. hlm. 211.
  2. ↑ "Das Streben nach deutscher Einheit" (dalam bahasa Jerman). alt-idstein.info. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-04. Diakses tanggal 15 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan