Kamis, 24 September 2026
08:03 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
David Friedrich Strauss

David Friedrich Strauss

teolog Jerman

250px-David_Friedrich_Strauss.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Portrait of David Strauss.

David Friedrich Strauss atau Strauß adalah seorang teolog Jerman,[1] yang merupakan ahli dalam kritik teks Alkitab.[1]

Dia adalah murid F. C. Baur di Tübingen.[1] Konsentrasinya khusus pada studi kritik Kitab Perjanjian Baru.[1] Karyanya yang terkenal berjudul Hidup Yesus.[1] Strauss melalui bukunya tersebut menjadi pelopor penyelidikan Yesus secara historis.[1] Dia melalui bukunya tersebut menyatakan bahwa hanya sedikit saja dari Injil yang mempunyai nilai sejarah dan selebihnya merupakan hasil buatan pikiran kreatif dari gereja awal yang mengikuti cerita-cerita Perjanjian Lama.[1] Pendapatnya ini sekarang sudah kurang dianggap relevan.[1] Dia bekerja di sekolah Tübingen.[1] David Friedrich Strauss juga berperan di dalam merevolusi studi tentang Perjanjian Baru, Kekristenan Awal, dan Agama-agama Kuno.[2]

Riwayat hidup

David Friedrich Strauss lahir di Ludwigsburg, dekat Stuttgart, pada 27 Januari 1808.[2] Dia pun meninggal dunia pada 8 Februari 1874.[2] Dia belajar teologi di Universitas Tübingen.[2] Selain sebagai seorang teolog, David Friedrich Strauss pernah masuk nominasi menjadi anggota parlemen Frankfurt pada tahun 1848.[2] Namun Strauss dikalahkan oleh Christoph Hoffmann.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 W.R.F. Browning.2007.Kamus Alkitab.Jakarta.Gunung Mulia.420.
  2. 1 2 3 4 5 6 Hugh Chisholm (ed).1911.Encyclopædia Britannica (Eleventh ed.).Cambridge.Cambridge University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan