Rabu, 30 September 2026
20:03 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Datuk Bandaharo

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Datuk. (Diskusikan)

Datuk Bandaharo adalah salah satu gelar penghulu klan suku Jambak atau suku Kutianyie dan suku serumpun lainnya di Minangkabau.

Asal Usul

Diduga gelar Datuk Bandaharo atau lazim disingkat Datuak Bandaro merupakan sebuah gelar untuk jabatan bendahara pada era kerajaan-kerajaan klasik seperti kesultanan Malaka atau kesultanan Pagaruyung.

Etimologi

Istilah bandaharo identik dengan bendahara, yang maksudnya adalah seorang penghulu yang mengelola kekayaan adat. Sekarang seiring dengan berkembangnya populasi suku Jambak dan suku serumpun lainnya, maka gelar datuk Bandaro pun mengalami pemekaran. Dinagari Kamang Hilir Kec Kamang Magek Kabupaten Agam dinamakan Jambak Koto Anyie yang sampai saat ini sudah berkembang menjadi sekitar 116 kepala keluarga yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti Bukittinggi, Padang, Jakarta, Solok, Pekan Baru dsb. Contoh gelar hasil pemekaran adalah Datuak Bandaro Kayo, Datuak Bandaro Kuniang, Datuak Bandaro Putiah, Datuak Bandaro Sati dan sebagainya.

Rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan