Senin, 19 Oktober 2026
06:26 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Daniele Comboni

Daniele Comboni

Bagikan:
250px-Daniele_Comboni.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daniele Comboni

Daniele Comboni, MCCJ (15 Maret 1831 – 10 Oktober 1881) adalah seorang imam misionaris dan uskup Italia yang berjuang untuk mengakhiri perbudakan di Afrika. Comboni lahir pada tahun 1831 dari sebuah keluarga miskin di sebuah kota di tepi Danau Garda di Italia utara. Setelah menemukan panggilannya menjadi imam, dia terinspirasi oleh kisah-kisah yang dia dengar dari para imam misionaris yang kembali dari Afrika.

Pada usia 26 tahun, dia bergabung dengan ekspedisi misionaris menuju Khartoum, Sudan, pada tahun 1857, tiga tahun setelah dia ditahbiskan menjadi imam. Setelah dua tahun di Afrika, tiga dari lima misionaris lainnya yang pernah bepergian bersama Comboni telah meninggal, dan Comboni juga jatuh sakit. Comboni diangkat menjadi vikaris apostolik Afrika Tengah dan ditahbiskan menjadi uskup pada tahun 1877. Ia meninggal di Sudan pada tahun 1881 di tengah wabah kolera. Warisannya tetap hidup dalam ordo religius yang ia dirikan, yang sekarang dikenal sebagai Comboni Missionaries of the Heart of Jesus dan Comboni Missionary Sisters, dan hadir di 42 negara di lima benua.[1]

Referensi

Flag of ItaliaBiography icon

Artikel bertopik biografi Italia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan