Rabu, 23 September 2026
23:42 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Daniel Bahari

Daniel "Papa" Bahari (23 Maret 1948  16 Maret 2015) adalah pelatih tinju, manager dan promotor tinju yang berasal dari Denpasar, Bali. Di sasananya yang bernama Cakti Bali (Candradimuka Tinju Bali), telah lahir petinju-petinju tingkat nasional dan internasional, baik amatir maupun profesional.

Di tangannya, telah lahir petinju-petinju besar seperti Adi Swandana, Fransisco Lisboa, Yulianus Bunga, Pino Bahari, Nemo Bahari, Daudy Bahari, dan lain-lain. Daniel Bahari juga pernah menangani mantan juara IBF kelas bantam yunior Ellyas Pical.

Daniel Bahari, dikenal sebagai ayah sekaligus pelatih, manager dan promotor bagi anak-anaknya yang petinju: Pino Bahari, (alm) Champ Bahari, Nemo Bahari, dan Daudy Bahari.

Nama Sasana Cakti Bali telah diabadikan sebagai sebuah nama jalan di dekat kediaman Daniel Bahari, sebagai penghargaan Pemerintah Daerah (Pemda) Denpasar terhadap dedikasi Daniel Bahari sebagai pembina tinju di kota itu.

Sebelum terjun sebagai pembina tinju, Daniel Bahari juga tercatat sebagai mantan petinju, tetapi diakuinya prestasi bertinjunya tidaklah sebaik prestasinya dalam membina tinju di Indonesia.

Akhir hayat

Daniel Bahari meninggal dunia pada Senin, 16 Maret 2015, di rumahnya di Denpasar karena serangan jantung yang dideritanya. Dia meninggalkan seorang istri, lima putra, lima menantu perempuan, empat putri, empat menantu laki-laki serta sembilan cucu. Jenazah akan dimakamkan di pemakaman Kristen Nusa Dua Kamis, 19 Maret 2015.

Bacaan Lebih Lanjut

  • KOMPAS, Daniel Bahari Telah Pergi 17 Maret 2015

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan