Kamis, 29 Oktober 2026
08:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Danau Rara

Danau Rara

Bagikan:
250px-Rara_lake%2C_Mugu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Danau Rara, Mugu

Danau Rara, juga dikenal sebagai Danau Mahendra, adalah danau air tawar terbesar di Himalaya Nepal. Danau ini merupakan fitur utama Taman Nasional Rara, yang terletak di Jumla dan Distrik Mugu di Provinsi Karnali.[1] Taman Nasional Rara membentang sepanjang 106 km2 (41 sq mi).

Sejarah

Danau Rara dimasukkan sebagai bagian dari Taman Nasional Rara pada tahun 1976.[1] Pada tahun 1976, warga dari dua desa Chapra dan Rara dipindahkan ke Nepalgunj. Pada bulan September 2007, kawasan ini dinyatakan sebagai situs Ramsar, meliputi 1.583 ha (6,11 sq mi) termasuk lahan basah di sekitarnya.[2] Saat ini, kawasan ini beserta taman nasionalnya dilindungi oleh Tentara Nepal.[3]

Keistimewaan

Danau Rara terletak pada ketinggian 2.975 m (9.760 ft), memiliki luas permukaan air 10,8 km2 (4,2 sq mi), kedalaman maksimum 167 m (548 ft), panjang 5,1 km (3,2 mi) dan lebar 2,7 km (1,7 mi). Danau ini bermuara ke Sungai Mugu Karnali melalui Sungai Nijar.[4] Danau ini berubah warna hingga 5 kali sehari tergantung pada iklim.[5][6][7] Danau Rara dikelilingi oleh perbukitan berhutan lebat bernama Chuchemara Danda pada ketinggian 4.087 m (13.409 ft) dan Murma pada ketinggian 3.630 m (11.910 ft). Di balik perbukitan tersebut, pemandangan indah Pegunungan Saipal di Pegunungan Himalaya dapat dilihat dari danau. Satu putaran danau dengan berjalan kaki membutuhkan waktu hampir lima jam.[3] Selama musim panas, burung-burung hingga Siberia dapat ditemukan bermigrasi ke daerah ini.[8]

Flora dan fauna

250px-Fishes_in_Rara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikan di air jernih Rara

Danau Rara, yang dikelilingi oleh Taman Nasional Rara, memiliki kekayaan flora dan fauna yang unik dengan spesies langka dan rentan. Taman ini didirikan pada tahun 1976 untuk melestarikan keindahan danau dan melindunginya dari sedimentasi dan aktivitas manusia yang merugikan. Flora di Taman ini terdiri dari 1.074 spesies, 16 di antaranya endemik Nepal; faunanya meliputi 51 spesies mamalia dan 214 spesies burung.[9]

Referensi

  1. 1 2 Bhuju, U. R.; Shakya, P. R.; Basnet, T. B. & Shrestha, S. (2007). Nepal Biodiversity Resource Book. Protected Areas, Ramsar Sites, and World Heritage Sites (PDF). Kathmandu: International Centre for Integrated Mountain Development, Ministry of Environment, Science and Technology, in cooperation with United Nations Environment Programme, Regional Office for Asia and the Pacific. ISBN 978-92-9115-033-5.
  2. ↑ Bhandari, B. B. (2009). "Wise use of Wetlands in Nepal". Banko Janakari. 19 (3): 10–17.
  3. 1 2 Thapa, B. "Rara or Water Nymph! (Photo feature)". Online Khabar (dalam bahasa Nepali).
  4. ↑ Upadhyay, S.; Chalise, L. & Paudel, R. P. (2009). "High Altitude Ramsar Sites of Nepal". The Initiation: 135–148.
  5. ↑ "Rara: A piece of heaven on the Earth - Tourismmail.com". www.tourismmail.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-20.
  6. ↑ "Rara Lake". Land Nepal. 2021.
  7. ↑ आरके अदिप्त गिरी. "रारा की अप्सरा ! ( फोटो फिचर)". Annapurna Post (dalam bahasa Nepali).
  8. ↑ abc (2018). "Rara, the Apsara of Heaven (With Video)". ABC NEWS NEPAL (dalam bahasa Nepali).
  9. ↑ Rara National Park.(n.d.). Retrieved from http://icimod.org/hkhconservationportal/PA.aspx?ID=64 Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan