Kamis, 22 Oktober 2026
17:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Palem merah

Palem merah

Tanaman hias dari keluarga palem-paleman (Arecaceae)

Bagikan:

Palem merah dikenal juga sebagai pinang merah.

Palem merah
250px-Pelepah_merah.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Monokotil
Klad:Komelinid
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. renda
Nama binomial
Cyrtostachys renda
Sinonim[2]
  • Cyrtostachys rendah (common misspelling)
  • Areca erythropoda Miq. (1861)
  • Pinanga purpurea Miq., invalid name published as synonym (1861)[3]
  • Ptychosperma coccinea Teijsm. & Binn. (1866).[4]
  • Areca erythrocarpa H.Wendl. in O.C.E.de Kerchove de Denterghem (1878)[5]
  • Cyrtostachys lacca [lakka] var. singaporensis Becc. (1885)[6][7]
  • Cyrtostachys lakka Becc. (1885)[8][9]
Artikel takson sembarang
250px-Palem_merah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palem pelepah jingga

Palem merah (Cyrtostachys renda) adalah tanaman hias populer yang biasa dijumpai di pekarangan rumah. Nama merah diambil dari warna pelepah daunnya yang merah pekat menyala. Palem merah sekarang menjadi salah satu tumbuhan langka karena eksploitasi besar-besaran di hutan Sumatra dan Malaya, tempat asalnya.Palem ini membutuhkan sinar matahari penuh dan suhu di antara 25-33 °C

Terdapat varian yang sekarang dianggap sebagai varietas, yang pernah dikenal sebagai palem jingga (C. renda Blume).

Palem merah adalah flora maskot Provinsi Jambi.

Palem ini dapat tumbuh hingga 16 meter dan membentuk rumpun.Palem merah dapat diperbanyak dengan biji ataupun pemisahan anakan.Biji palem merah membutuhkan waktu 4 sampai 6 bulan untuk dapat berkecambah.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Blume, Carl Ludwig (Januari 1838). "Revue des palmiers de l'archipel des Indes Orientales". Bulletin des Sciences Physiques et Naturelles en Néerlande (dalam bahasa Prancis). 1: 66. Diakses tanggal 10 April 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) and Rumphia, ii. 101. (dalam bahasa Latin)
  2. ↑ Kew World Checklist of Selected Plant Families
  3. ↑ Miquel, Friedrich Anton Wilhelm (1861). Flora van Nederlandsch Indie, Eerste Bijvoegsel (vol. 3). hlm. 590.
  4. ↑ Catalogus plantarum quae in Horto Botanico Bogoriensi coluntur
  5. ↑ Count Oswald de Kerchove de Denterghem (1878). Les palmiers histoire iconographinque. Paris. hlm. 231.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  6. ↑ Letter from Henry N. (Nicholas) Ridley to Sir William Thiselton-Dyer; from Botanic Gardens, Singapore; 20 Feb 1894; four page letter comprising two images; folio 625.
  7. ↑ Beccari, Odoardo (1885). "Reliquiae schefferianae. Illustrazione di alcune palme viventi nel giardino botanico di Buitenzorg". Annales du Jardin Botanique de Buitenzorg. 2: 141. Diarsipkan dari asli tanggal 9 April 2013. Diakses tanggal 9 April 2013.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Beccari, Odoardo (1884–85). Malesia, raccolta d'osservazioni lese e papuano (v. 1) (dalam bahasa Italia).
  9. ↑ Widyatmoko, Didik (2001). "5" (PDF). Autecology and Conservation Management of a Rare Palm Species: The Case Study of Lipstick Palm Cyrtostachys renda Blume in Kerumutan Wildlife Sanctuary, Riau (Postgraduate Programme). Bogor Agricultural University. Diakses tanggal 2013-05-02.


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan