Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Cui bono" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Cui bono? (Latin Klasik: [kui̯ ˈbɔnoː]), dalam bahasa Indonesia berarti "siapa yang diuntungkan?", adalah frasa bahasa Latin yang sering digunakan saat mengidentifikasi tersangka kejahatan. Frasa ini mengungkapkan pandangan bahwa kejahatan sering dilakukan untuk menguntungkan pelakunya, terutama secara finansial. Namun, pihak mana yang diuntungkan biasanya tidak terlihat dengan jelas, orang yang diuntungkan mungkin juga sengaja dijadikan kambing hitam.
Frasa tersebut merupakan kalimat datif ganda. Dan bisa diungkapkan sebagai cui prodest? ("siapa untungnya?") dan ad cuius bonum? ("untuk keuntungan siapa?").
Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |