Minggu, 04 Oktober 2026
20:24 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya

Kriptonomika

Bagikan:

Kriptonomika adalah pemikiran dari sudut pandang ilmu ekonomi yang berkembang sebagai pendekatan lintas disiplin untuk mempelajari ekonomi digital dan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Kriptonomika mengintegrasikan konsep dan prinsip dari ekonomi tradisional, kriptografi, ilmu komputer, serta teori permainan. Economics of bitcoin adalah salah satu bahaan dalam kriptonomika.[1] Seperti halnya ekonomi tradisional memberikan dasar teoretis bagi layanan keuangan tradisional (atau yang dikenal sebagai Keuangan Terpusat/CeFi), kriptonomika menyediakan dasar teoretis bagi layanan DeFi yang diperjualbelikan menggunakan mata uang kripto fiat dan dijalankan melalui kontrak pintar (smart contracts).[2]

Sejarah

Istilah kriptonomika pertama kali diperkenalkan oleh komunitas Ethereum pada masa awalnya (2014–2015), namun konsepnya awalnya terinspirasi dari penerapan insentif ekonomi dalam protokol Bitcoin asli pada tahun 2008. Meskipun istilah ini umumnya dikaitkan dengan Vitalik Buterin, penggunaan terdokumentasi paling awal secara publik berasal dari presentasi Vlad Zamfir pada tahun 2015 yang berjudul “What is Cryptoeconomics?”. [3]Zamfir menjelaskan bidang ini sebagai “… disiplin formal yang mempelajari protokol yang mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang serta jasa dalam ekonomi digital terdesentralisasi. Kriptonomika adalah ilmu praktis yang berfokus pada perancangan dan karakterisasi protokol-protokol tersebut.”Dalam sebuah presentasi pada tahun 2017, Buterin menyebut kriptonomika sebagai “… metodologi untuk membangun sistem yang berupaya menjamin sifat-sifat keamanan informasi tertentu.”[4]

Referensi

  1. ↑ "Welcome - MIT Cryptoeconomics Lab | MIT Sloan". MIT Sloan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-07.
  2. ↑ Berg, Chris; Davidson, Sinclair; Potts, Jason (2019). Understanding the Blockchain Economy: An Introduction to Institutional Cryptoeconomics (dalam bahasa Inggris). Edward Elgar Publishing. ISBN 978-1-78897-500-1.
  3. ↑ Cryptoeconomicon CCRG (2015-02-01), What Is Cryptoeconomics?, diakses tanggal 2025-09-07
  4. ↑ Ethereum Foundation (2017-02-23), Introduction to Cryptoeconomics - Vitalik Buterin, diakses tanggal 2025-09-07
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan