Kamis, 24 September 2026
02:46 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Ichthyology & Herpetology

Ichthyology & Herpetology

Ichthyology & Herpetology  
250px-Ichthyology_%26_Herpetology_Vol_109._no._1_May_2021_Cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul edisi Mei 2021
Singkatan (ISO)Ichthyol. Herpetol.
Disiplin ilmuIktiologi dan Herpetologi
BahasaInggris
Disunting olehWilliam Leo Smith
Detail publikasi
PenerbitAmerican Society of Ichthyologists and Herpetologists (Amerika Serikat)
Sejarah penerbitan1913–sekarang
FrekuensiTriwulanan
Faktor dampak1,857 (2021)
Pengindeksan
ISSN0045-8511 (print)
1938-5110 (web)
LCCNa43003155
CODENCOPAAR
OCLC01565060
Pranala

Ichthyology & Herpetology (sebelumnya bernama Copeia) adalah sebuah jurnal ilmiah tinjauan sejawat triwulanan yang mencakup penelitian di bidang iktiologi dan herpetologi. Jurnal ini awalnya dinamai menurut Edward Drinker Cope, seorang peneliti terkemuka asal Amerika Serikat di bidang tersebut. Jurnal ini merupakan jurnal resmi dari American Society of Ichthyologists and Herpetologists (ASIH). Menurut Journal Citation Reports, jurnal ini memiliki faktor dampak tahun 2021 sebesar 1,857, menempatkannya di peringkat ke-65 dari 176 jurnal dalam kategori "Zoologi".[1]

Sejarah

Pada 27 Desember 1913, John Treadwell Nichols menerbitkan edisi pertama Copeia. Edisi ini terdiri dari selembar kertas tunggal yang dilipat menjadi empat halaman informasi dengan lima artikel. Sampul pamflet tersebut memuat tulisan: "Diterbitkan oleh para kontributor untuk memajukan ilmu pengetahuan tentang vertebrata berdarah dingin." Pada tahun 2020, American Society of Ichthyologists and Herpetologists memberikan suara untuk mengubah nama jurnal tersebut menjadi Ichthyology & Herpetology.[2]

Perubahan nama

Jurnal ini awalnya dinamai menurut Edward Drinker Cope, seorang herpetologis, naturalis, dan paleontolog ternama abad ke-19 yang mengidentifikasi ribuan spesies vertebrata. Pada tahun 2020, anggota perhimpunan mengajukan isu agar nama jurnal tersebut diubah karena Cope, seorang pengikut Lamarckisme yang gigih, memamerkan pandangannya tentang ras dan perempuan yang dianggap sangat ofensif, bahkan pada masa hidupnya di era Perang Saudara. Rekan sekaligus kolega mudanya, Charles R. Knight, tercatat mendeskripsikan Cope sebagai orang yang memiliki "mulut paling kotor" di antara semua kenalannya.[3]

Editor jurnal, W. Leo Smith, secara resmi merekomendasikan perubahan nama jurnal pada 29 Juni 2020 kepada Dewan Gubernur perhimpunan.[2] Komite Eksekutif dan Dewan Gubernur American Society of Ichthyologists and Herpetologists setuju untuk mengubah nama jurnal tersebut pada 2 Juli 2020.[4] Jurnal ini resmi berganti nama menjadi Ichthyology & Herpetology pada awal tahun 2021.[5] Pada 19 Maret 2021, tiga artikel pertama dari Ichthyology & Herpetology diterbitkan secara daring. Ketiga artikel tersebut membahas sejarah, konteks, dan alasan perubahan nama,[6] termasuk pengantar dari editor jurnal, wawancara dengan individu-individu yang menyuarakan keprihatinan tentang nama jurnal, dan sebuah esai (The Exact and Very Strange Truth) oleh penulis John Nichols, yang merupakan cucu dari pendiri jurnal tersebut, John Treadwell Nichols.

Referensi

  1. "Journals Ranked by Impact: Zoology". 2021 Journal Citation Reports (Edisi Web of Science). Thomson Reuters. 2011.
  2. 1 2 "Motion to Change the Name of the ASIH Journal". Copeia.
  3. Davidson, Jane (1997). The Bone Sharp: The Life of Edward Drinker Cope. Academy of Natural Sciences. ISBN 978-0-910006-53-8.
  4. Cahan, Eli (Juli 2, 2020). "Amid protests against racism, scientists move to strip offensive names from journals, prizes, and more". Science. doi:10.1126/science.abd6441. Diakses tanggal Juli 16, 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "2020 Editor Report to ASIH Board of Governors". Ichthyology and Herpetology.
  6. "ASIH Journal Name Change". ASIH Website.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ichthyology & Herpetology.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan