Selasa, 03 November 2026
03:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pos minum

Pos minum

waktu atau tempat pemberhentian untuk minum air dalam sebuah ajang berdurasi lama

Bagikan:
"Water break" beralih ke halaman ini. Untuk acara televisi Indonesia, lihat Water Break.
250px-Half_marathon_water_station_-_geograph.org.uk_-_5159847.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pos minum pada perlombaan lari setengah maraton di Borough London Merton, Inggris.

Pos minum adalah sebuah jeda dan tempat yang disediakan untuk istirahat minum air dalam beberapa jenis ajang olahraga (baik kompetisi maupun latihan), misalnya untuk beberapa kategori lomba lari (contohnya maraton), balap sepeda, dan lain sebagainya. Istilah serupa, turun minum,[1] adalah jeda untuk meminum air pada sebuah ajang olahraga yang berlangsung pada satu tempat tertentu.

Latar belakang

Pos dan jeda minum menjadi kebiasaan yang relatif baru dilaksanakan di era modern. Sebelum tahun 1950-an, ada praktik untuk menghilangkan jeda minum dengan tujuan "menguatkan mental para pemuda" (sebagai contoh: kasus "Junction Boys" dalam penggemblengan pemain tim sepak bola Amerika kampus Texas A&M Aggies).

Pos minum disediakan untuk mengatasi bahaya kesehatan yang saling terkait, termasuk hipertermia, dehidrasi, dan hiponatremia. Minum air dapat mengatasi dehidrasi, sementara asupan larutan elektrolit (umum disediakan oleh beragam minuman isotonik) dapat mengatasi hiponatremia bahkan bentuk yang lebih parah, keracunan air.

Pos-pos pengambilan air minum selama maraton umumnya berjarak antara 2 mil dan 5 kilometer (3,1 mil), sehingga menghasilkan 8-12 pos. Berhenti selama 10 detik di setiap pos akan menambah waktu 1-2 menit, tetapi hilangnya stamina akibat dehidrasi akan menambah waktu yang jauh lebih banyak.[2]

Jika Anda mendengar suara gemericik di perut Anda... Anda dapat mampir ke pos minum.

— Jeff Galloway,Galloway's Book on Running (2002)[3]

Dibandingkan dengan dehidrasi, hiponatremia merupakan bahaya yang relatif baru dikenali, dan terdapat perbedaan pendapat mengenai berapa banyak air yang harus diminum di setiap tempat pengambilan air. Beberapa teks mengatakan bahwa rasa haus bukanlah indikator yang dapat diandalkan untuk kebutuhan air,[4] sementara yang lain mengatakan bahwa minum secara wajib setiap ada kesempatan tanpa kebutuhan nyata meningkatkan bahaya hiponatremia.

Olahraga bela diri

250px-Sammy_Cherrin_and_Jimmy_Carter_1951.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sammy Cherrin dan Jimmy Carter meminum air ketika sesi latihan (1951).

Dalam sumo, jika pertandingan berlangsung selama beberapa menit, wasit dapat mengumumkan jeda yang secara tradisional disebut mizu-iri atau "turun minum".

Olahraga beregu

Banyak olahraga beregu seperti sepak bola,[5] olahraga Gaelik,[6] dan uni rugbi[7] memperkenalkan turun minum sebagai langkah mengatasi penyebaran Covid-19. Membiarkan pemain minum dari botol mereka sendiri secara berkala selama pertandingan, dibandingkan dengan botol terdekat selama jeda singkat pertandingkan diharapkan mencegah penyebaran virus lebih luas.

Sepak bola

Selama Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada; FIFA memperkenalkan turun minum wajib (bahasa Inggris:hydration break) selama tiga menit di setiap babak, yang dijadwalkan sekitar menit ke-22 dan ke-67 terlepas dari tempat atau kondisi cuaca.[8] Langkah ini dipresentasikan sebagai inisiatif kesejahteraan pemain, terutama mengingat jadwal turnamen berlangsung pada musim panas, sehingga panas dan kelembapan diperkirakan akan sangat bervariasi antar kota tuan rumah.

Keputusan tersebut mendapat tanggapan beragam.[9] Pihak pro berpendapat bahwa jeda tersebut merupakan tindakan pencegahan yang masuk akal terhadap stres panas dan kelelahan, terutama di tempat yang lebih panas atau lebih lembap. Namun, para kritikus berpendapat bahwa mewajibkan jeda di setiap pertandingan dapat mengganggu alur permainan alami, menciptakan penghentian taktis tambahan, dan membuat pertandingan terasa lebih terfragmentasi.[9] Beberapa kritik juga berfokus pada kemungkinan bahwa jeda tersebut dapat menciptakan peluang iklan tambahan bagi penyiar di televisi,[10] meskipun FIFA membingkai kebijakan tersebut terutama sebagai langkah kesehatan dan keselamatan.

Referensi

  1. ↑ "Turun Minum". Detikcom. Diakses tanggal 2026-06-14.
  2. ↑ Scott M. Douglas, Peter D. Pfitzinger (2001) "Advanced Marathoning", ISBN0-7360-3431-5
  3. ↑ Jeff Galloway (2002) Galloway's Book on Running, ISBN 0-936070-27-7, p.92
  4. ↑ Lisa Gollin Evans (1997) "An Outdoor Family Guide to Acadia National Park", ISBN0-89886-528-X
  5. ↑ Kemble, Jamie (Juni 20, 2020). "Premier League water breaks explained: Why Newcastle game will stop midway through the half". ChronicleLive.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Croke Park say water breaks to stay despite opposition". Independent.ie. 15 April 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Sands, Katie (Agustus 14, 2020). "New English Premiership rugby water break rules brought in". Walesonline.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Players to benefit from hydration breaks at FIFA World Cup 2026™". inside.fifa.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2026-06-09. Diakses tanggal 2026-06-12.
  9. 1 2 "'Anti-football': Fans fume at 'absolutely putrid' World Cup rule change". Fox Sports (dalam bahasa Inggris). 2026-06-12. Diakses tanggal 2026-06-12.
  10. ↑ Bushnell, Henry (2026-06-11). "Fox uses World Cup hydration breaks for commercials – but leaves fans missing action". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2026-06-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan