Rabu, 30 September 2026
18:24 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Colliq Pujié

Bagikan:

Colliq Pujié[1] (1812-1876) adalah bangsawan Bugis Melayu yang menjadi pengarang, penulis, penyunting naskah Lontara Bugis kuno, penyalin naskah dan sekretaris istana Kerajaan Tanete (sekarang adalah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan).[1]

Colliq Pujié adalah putri dari La Rumpang, Raja Kerajaan Tanete, yang jarang berada di istana dan menyerahan urusan kerajaan kepada putrinya akibat intimidasi dari Belanda.[2]

Kehidupan awal dan pendidikan

Colliq Pujié lahir pada tahun 1812 dengan nama Retna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa Matinroé ri Tucaé, sebagai putri dari La Rumpang Megga, Raja Kerajaan Tanete, dan Collik Pakue.[3]

Kegiatan kerajaan Tanete yang hampir sepenuhnya berada di tangan Colliq Pujié membuat dirinya dianugerahi gelar Datu' Tanete.[2] Ia merupakan istri dari To Appo La Tenreng Arung Ujung.[3]

Karya-karya

Colliq Pujie menuliskan sejarah Tanete, mentransliterasi naskah I La Galigo dan menyusun kitab hukum “La Toa”.[3] Ia menyunting dan menyalin 12 Jilid naskah I La Galigo yang dikerjakan selama 20 tahun. Dalam menyalin ulang naskah-naskah, ia dibantu oleh Matthes yang berkeliling daerah untuk mengumpulkan naskah aslinya.

Akhir hayat

Colliq Pujié meninggal pada tanggal 11 November 1876.[1]

Penghargaan

Colliq Pujié menerima penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma pada 13 Agustus 2013.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Rahman., Nurhayati (2008). Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa, 1812-1876 : intelektual penggerak zaman. La Galigo. ISBN 9789799911520. OCLC 969120981.
  2. 1 2 ""Pucuk yang Terpuji" Penyelamat La Galigo dari Negri Tanete" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-06-09.
  3. 1 2 3 Anggara, Rayhan Adi; Salam, Salam; Sultan, Sultan (2023-02-12). "NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KISAH COLLIQ PUJIE". Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. 3 (1). doi:10.59562/titikdua.v3i1.43757. ISSN 2809-5332.
  4. ↑ Liputan6.com (2013-08-13). "Daftar Para Menteri dan Tokoh yang Dapat Bintang Jasa dari SBY". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-11-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan