Sabtu, 24 Oktober 2026
17:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Kayu manis tiongkok

Kayu manis tiongkok

Bagikan:
Kayu manis tiongkok
250px-Cinnamomum_aromaticum_-_K%C3%B6hler%E2%80%93s_Medizinal-Pflanzen-039_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
from Koehler's Medicinal-Plants (1887)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Magnoliidae
Ordo: Laurales
Famili: Lauraceae
Genus: Cinnamomum
Spesies:
C. cassia
Nama binomial
Cinnamomum cassia
Sinonim[1]
  • Camphorina cassia (Nees & T.Nees) Farw.
  • Cinnamomum aromaticum Nees
  • Cinnamomum longifolium Lukman.
  • Cinnamomum medium Lukman.
  • Cinnamomum nitidum Hook. nom. illeg.
  • Laurus cassia L.
  • Persea cassia (L.) Spreng.

Cinnamomum cassia, yang disebut kayu manis Tiongkok, adalah sebuah pohon tumbuhan hijau abadi yang berasal dari selatan Tiongkok, dan kemudian menyebar di sana dan tempat lainnya di selatan dan timur Asia (India, Indonesia, Laos, Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Vietnam).[2] Tumbuhan tersebut merupakan salah satu dari beberapa spesies Cinnamomum yang biasanya digunakan karena kulit kayu mereka yang beraroma, yang digunakan sebagai rempah-rempah. Di Amerika Serikat, kayu manis Tiongkok merupakan jenis kayu manis paling umum yang digunakan. Kuncup-nya juga digunakan sebagai rempah-rempah, khususnya di India, dan sempat digunakan oleh bangsa Romawi kuno.

Pohon tersebut bertumbuh sampai 10–15 m panjangnya, dengan kulit kayu yang sangat abu-abu dan keras, sementara daun-daunnya dapat memiliki panjang seukuran 10–15 cm dan memiliki warna kemerahan ketika masih muda.

Produksi dan penggunaan

250px-CassiaEssentialOil.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Minyak esensial kayu manis (C. cassia)
250px-Zimtbaum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon kayu manis Indonesia muda, Indonesia
250px-Boym-durian-Lach-and-Kley-3-4-369.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
C. cassia (kiri atas) yang digambar oleh Michał Boym (1655)

Kayu manis Tiongkok sangat dekat dengan kayu manis Ceylon (C. verum), kayu manis Saigon (C. loureiroi, juga dikenal sebagai "kayu manis Vietnam"), dan kayu manis Indonesia (C. burmannii). Pada seluruh empat spesies tersebut, kulit kayu-nya yang dikeringkan digunakan sebagai rempah-rempah. Rasa kayu manis Tiongkok kurang terasa ketimbang kayu manis Ceylon.

Kebanyakan rempah-rempah yang dijual sebagai kayu manis di Amerika Serikat, Britania Raya, dan India adalah kayu manis Tiongkok.[3] "Kayu manis Indonesia" (C. burmannii) dijual dalam jumlah yang lebih sedikit.

Kayu manis Tiongkok diproduksi di Tiongkok dan Vietnam. Sampai 1960an, Vietnam adalah produsen kayu manis Saigon paling berpengaruh, yang mengandung minyak dengan kadar yang tinggi, dan memiliki rasa yang kuat. Namun, karena perselisihan yang terjadi akibat Perang Vietnam, produksi kayu manis Indonesia di dataran tinggi pulau Indonesia Sumatra menggantikan posisi tersebut. Kayu manis Indonesia memiliki kandungan minyak yang terendah dari tiga jenis kayu manis, sehingga menjadikan sebagai yang paling rendah harganya. Kayu manis Tiongkok memiliki rasa yang lebih manis ketimbang kayu manis Indonesia, setara dengan kayu manis Saigon, tetapi dengan kandungan minyak yang lebih rendah.

Penggunaan dalam pengobatan

250px-Cassia_bark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kulit kayu manis yang dikeringkan

Kayu manis Tiongkok (yang disebut ròu gùi; 肉桂 dalam bahasa Tionghoa) biasanya diproduksi di provinsi-provinsi selatan Guangxi, Guangdong, dan Yunnan. Tumbuhan tersebut dianggap sebagai salah satu 50 tumbuhan herbal fundamental dalam pengobatan Tionghoa tradisional.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "The Plant List".
  2. ↑ Xi-wen Li, Jie Li & Henk van der Werff. "Cinnamomum cassia". Flora of China. Missouri Botanical Garden, St. Louis, MO & Harvard University Herbaria, Cambridge, MA. Diakses tanggal 28 Maret 2013.
  3. ↑ "Cassia: A real spice or a fake cinnamon". China Business Limited as Regency. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-28. Diakses tanggal 2015-08-05.
  4. ↑ Wong, Ming (1976). La Médecine chinoise par les plantes. Le Corps a Vivre series. Éditions Tchou.

Bacaan tambahan

  • Dalby, Andrew (1996). Siren Feasts: A History of Food and Gastronomy in Greece. London: Routledge.
  • Faure, Paul (1987). Parfums et aromates de l'antiquité. Paris: Fayard.
  • Paszthoty, Emmerich (1992). Salben, Schminken und Parfüme im Altertum. Mainz, Germany: Zabern.
  • Paterson, Wilma (1990). A Fountain of Gardens: Plants and Herbs from the Bible. Edinburgh.

Chang, Chen-Tien; Chang, Wen-Lun; Hsu, Jaw-Cherng (Agustus 2013). "Chemical composition and tyrosinase inhibitory activity of Cinnamomum cassia essential oil". Botanical Studies. 54 (1): 10. doi:10.1186/1999-3110-54-10.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Templat:Tumbuhan herbal & rempah-rempah

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan