Jumat, 23 Oktober 2026
23:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Ciguayo

Ciguayo

Bagikan:
250px-Cabo_Saman%C3%A1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cabo Samaná: di tempat ini Kolumbus berhadapan dengan suku Ciguayo

Ciguayo adalah kelompok penduduk asli Taino yang pernah menghuni Semenanjung Samaná dan wilayah sekitarnya (kini di Republik Dominika). Semenjak mereka bertemu dengan penjelajah Spanyol, para penulis Spanyol telah mencatat bahwa suku ini merupakan sebuah ancaman. Anggota suku Ciguayo digambarkan dengan rambut panjang dan busur dengan panah beracun. Walaupun asal-usul mereka masih menjadi misteri, kajian linguistik menemukan bahwa bahasa mereka terkait dengan bahasa di Amerika Tengah.[1] Walaupun begitu, tradisi memanah mereka terkait dengan suku Kalinago atau Karib Pulau.[2] Keberadaan suku ini telah menjadi subjek berbagai cerita rakyat, dan semenjak abad ke-19, sejarah mengenai suku ini juga menjadi pusat perhatian pergerakan indigenisme Dominika.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Granberry, Julia (1991). ""Was Ciguayo a West Indian Hokan Language?"". International Journal of American Linguistics. 57 (4): 514–19. doi:10.1086/ijal.57.4.3519737.
  2. ↑ Salas, Julio César (1921). Los Indios caribes : estudio sobre el origen del mito de la antropofagia. Madrid: Talleres Gráficos Lux. hlm. 55.
  3. ↑ Garía Bidó, Rafael (2010). Voces de bohío Vocabulario de la cultura taína. Santo Domingo, DR: Archivo General de la Nación. hlm. 7. ISBN 978-9945-020-95-3.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan