Senin, 12 Oktober 2026
13:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Christian Wolff

Christian Wolff

Bagikan:
250px-Christian_Wolff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Christian Wolff

Christian Wolff (1679–1754) adalah seorang filsuf Jerman pada abad ke-18.[1] Ia merupakan salah satu tokoh utama rasionalisme.[2] Penilaiannya atas kebenaran dilandasi dengan menggunakan akal.[3] Dalam pandangannya, pemerolehan pengetahuan oleh rasio tetap memerlukan pengalaman empiris dari dunia nyata.[4] Wolff adalah murid dari Gottfried Leibniz, sehingga pemikiran filsafatnya merupakan saduran dari gurunya.[5] Dalam pembagian filsafat, Wolff menjadikan logika sebagai cabang filsafat yang paling awal.[6] Pemikiran filsafat Wolff memengaruhi pemikiran filsafat di kalangan akademikus Universitas Halle.[7]

Pemikiran

Rasionalisme

Pemikiran Wolff mengenai rasionalisme pada dasarnya merupakan pengembangan dari asas-asas rasionalisme René Descartes dan saduran pemikiran rasionalisme dari Gottfried Leibniz. Pada universitas-universitas di wilayah Jerman, pemikiran Wolff mempegaruhi kalangan borjuis yang pada masa hidupnya sedang bertentangan dengan teologi gereja Lutheran yang menganut Pietisme.[8]

Monisme

Wolff merupakan tokoh pertama yang menggunakan istilah "monisme". Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu monos yang berarti tunggal atau sendiri. Monisme diartikan sebagai aliran yang meyakini bahwa segala sesuatu berasal daru unsur yang esa. Wujud dari unsur yang esa ini dapat berupa Tuhan, materi, pikiran atau energi. Di dalam monisme, pikiran dan zat adalah sesuatu yang sama karena memiliki substansi yang sama dan hanya prosesnya yang berlainan.[9]

Pluralisme

Wolff juga mengemukakan pemikiran mengenai pluralisme. Ia berpandangan bahwa pemikiran manusia dapat dipadukan dengan kebutuhan manusia. Tujuannya untuk menghasilkan satu sudut pandang yang dapat berlaku secara universal di dunia.[10]

Referensi

  1. ↑ Suaedi (2016). Januarini, Nia (ed.). Pengantar Filsafat Ilmu (PDF). Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 4–5. ISBN 978-979-493-888-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Hasugian, Jonner (2020). Penggunaan Sumber Daya Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi: Pendekatan Teori dan Pengukuran (PDF). Medan: USU Press. hlm. 71. ISBN 978-602-465-238-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Aprita, S., dan Adhitya, R. (2020). Filsafat Hukum (PDF). Depok: Rajawali Pers. hlm. 171. ISBN 978-623-231-448-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Adnan, Gunawan (2020). Gade, Syabuddin (ed.). Filsafat Ilmu (PDF). Banda Aceh: Ar-Raniry Press. hlm. 112. ISBN 978-623-7410-33-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Sutan Hrp., Nurasiah Faqih (2010). Filsafat Hukum Barat dan Alirannya (PDF). Medan: Utul ‘Ilma Publishing. hlm. 54. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-12-15. Diakses tanggal 2021-12-16.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  6. ↑ Tumanggor, R. O., dan Suharyanto, C. (2021). Logika Ilmu Berpikir Kritis (PDF). Sleman: Penerbit PT Kanisius. hlm. 25. ISBN 978-979-21-6287-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Thalib, Abdullah A. Filsafat Hermeneutika dan Semiotika (PDF). Palu: Penerbit LPP-Mitra Edukasi. hlm. 161. ISBN 978-602-52089-8-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Hardiman, F. Budi (2007). FIlsafat Modern: Dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 122–123. ISBN 979-22-1043-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Sumanto, Edi (2019). Filsafat Jilid I (PDF). Bengkulu: Penerbit Vanda. hlm. 61–62. ISBN 978-602-6784-91-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Pomalingo, Samsi (2016). Membumikan Dialog Liberatif (PDF). Sleman: Deepublish. hlm. 23.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Christian Wolff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan