Sabtu, 24 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Chou, opera

Chou, opera

MA ATTAQWA 03

Bagikan:
250px-Kunqu-Chou.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peran "chou" dimainkan oleh aktor "kunqu".

Chou adalah peran badut dalam opera Tiongkok. Chou biasanya memainkan peran sekunder dalam sebuah grup opera Tiongkok.[1]

Opera Peking

Sebagian besar kajian mengenai opera Peking mengklasifikasikan chou sebagai peran minor. Peran chou dapat dibagi menjadi Wen Chou (文丑), orang sipil dengan berbagai profesi dan Wu Chou (武丑), peran militer berpangkat rendah. Peran Wu Chou menjadi salah satu yang paling banyak diminati penonton opera Peking karena kemampuan kombinasi aktingnya, misalnya: melakukan akrobat atau suara yang bagus. Peran chou umumnya jenaka dan lebih disukai jika agak bodoh. Kostum mereka beragam, mulai dari yang sederhana untuk peran yang berstatus lebih rendah hingga kostum yang rumit bahkan mungkin terlalu berlebihan terutama untuk peran yang memiliki kedudukan tinggi. Peran chou yang memakai cat wajah khusus disebut xiaohualian, ciri khas cat wajah ini biasanya berupa tanda sepetak kecil kapur putih di sekitar hidungnya. Tanda ini menggambarkan sifat jahat, penuh rahasia atau kecerdasan. Awalnya, ada lima peran dalam opera Peking, tetapi belakangan ini peran "Mo" menjadi bagian dari "Chou".[2]

Di balik peran chou yang eksentrik, ternyata memiliki andil membentuk format opera Peking sat ini. Chou adalah peran yang paling sering berhubungan dengan guban, alat musik perkusi termasuk drum dan genta yang biasanya digunakan untuk iringan musik selama pertunjukan. Aktor yang berperan sebagai chou sering menggunakan alat musik guban, terutama ketika melakukan Shu Ban yaitu syair-syair riang yang diucapkan dengan gaya komedi. Chou juga sering diiringi alat musik gong kecil dan simbal, instrumen perkusi yang melambangkan kelas bawah dan nuansa suara parau yang terinspirasi oleh peran tersebut. Meskipun peran chou kadang kala tidak terlalu sering bernyanyi, tetapi aria (nyanyian tunggal, terkadang juga permainan musik yang sendu dan dibawakan dengan penuh perasaan, diiringi alat musik seperti opera dan oratoria) khas chou yang hanya sesekali tersebut menampilkan banyak improvisasi. Hal ini dianggap sebagai "lisensi" dari peran chou dan orkestra akan menemani aktor chou bahkan ketika ia menyanyikan lagu rakyat tanpa naskah. Namun, karena standardisasi opera Peking dan adanya tekanan politik dari otoritas pemerintah Tiongkok, improvisasi yang biasa dilakukan chou telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

Chou memiliki timbre vokal yang berbeda dengan karakter lainnya, karena peran chou biasanya berbicara dalam dialek Beijing sehari-hari yang berlawanan dengan dialek yang lebih formal yang digunakan oleh karakter lainnya.[3]

Referensi

  1. ↑ Wichmann, Elizabeth (1991). Listening to Theatre: The Aural Dimension of Beijing Opera. University of Hawaii Press. hlm. 12.
  2. ↑ Unknown Author (2000). "Peking Opera". It's China Network - TYFO.COM. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 7, 2007.{{cite web}}: |author= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Thorpe, Ashley (2005). "Only Joking? The Relationship between the Clown and Percussion in "Jingju"". Asian Theatre Journal. 22 (2): 269–292. JSTOR 4137134.
Ikon rintisan

Artikel bertopik opera ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan