Rabu, 21 Oktober 2026
13:10 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Subdistrik Chong Nonsi

Subdistrik Chong Nonsi

subdistrik di Distrik Yan Nawa, Bangkok

Bagikan:
Chong Nonsi
ช่องนนทรี
Kapal-kapal bersandar di tepi Sungai Chao Phraya di Chong Nonsi
Kapal-kapal bersandar di tepi Sungai Chao Phraya di Chong Nonsi
Lokasi Chong Nonsi di Distrik Yan Nawa
Lokasi Chong Nonsi di Distrik Yan Nawa
NegaraThailand
ProvinsiBangkok
Distrik (khet)Yan Nawa
Luas
 • Total9,984 km2 (3,855 sq mi)
Populasi
 (2020)
 • Total47.872
Zona waktuUTC+7 (ICT)
Kode pos
10120
TIS 1099101203

Chong Nonsi (bahasa Thai:ช่องนนทรี, pelafalan[t͡ɕʰɔ̂ŋnōn.sīː]) adalah sebuah subdistrik (khwaeng) yang terletak di Distrik Yan Nawa, Bangkok, Thailand. Subdistrik ini terletak di tepi Sungai Chao Phraya. Pada akhir tahun 2018, wilayah ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 48.277 jiwa, dengan luas total 9,984 km² (sekitar 3,854 mil persegi). Wilayah ini merupakan lokasi Kantor Distrik Yan Nawa.[2] Subdistrik ini juga terbagi menjadi 13 komunitas.[3]

Sejarah dan penamaan

Wilayah ini dinamai berdasarkan sebuah kuil kuno, Wat Chong Nonsi, serta Khlong Chong Nonsi, sebuah khlong (kanal) kecil yang mengalir melalui kawasan tersebut dan sejajar dengan Jalan Naradhiwas Rajanagarindra.

Nama "Chong Nonsi" berasal dari sebuah cerita rakyat berjudul Legenda Dewa Uthong (ตำนานท้าวอู่ทอง). Dikisahkan bahwa Dewa Uthong (tidak sama dengan Raja Uthong dari Ayutthaya) bersama istrinya dan para prajuritnya melarikan diri dari Uthong akibat wabah kolera. Dalam perjalanannya, ia beristirahat di suatu tempat di dekat sungai. Ia dan istrinya menyamar sebagai rakyat biasa, dan ia meminta istrinya melepas mahkotanya demi keselamatan. Tempat mereka beristirahat kemudian disebut "Bang Ratklao" (บางรัดเกล้า, "tempat mahkota dilepas"), yang kemudian berubah nama menjadi "Bang Kachao" seperti yang dikenal saat ini.

Dewa Uthong memerintahkan para prajuritnya untuk mengikat tali dan membuat rakit guna menyeberangi Sungai Chao Phraya. Saat ia sedang menyeberang, wabah kolera seolah-olah masih menyebar mengikuti jalurnya melalui tali tersebut. Ia kemudian memutuskan untuk memotong tali itu untuk menghindari kolera. Dewa Uthong dan istrinya kemudian menetap di sebuah desa, dan karena tinggal cukup lama, wilayah tersebut dinamai "Chong Nang Ni" (ช่องนางหนี, "jalur pelarian seorang perempuan"). Nama ini kemudian berubah menjadi "Chong Nonsi".

Cerita rakyat Thailand lainnya menjelaskan asal-usul nama kuil Wat Chong Nonsi. Menurut cerita tersebut, seorang perempuan yang melarikan diri dari tentara Burma yang menyerang Ayutthaya bersembunyi secara diam-diam di sebuah kuil Buddha dan berhasil selamat. Oleh karena itu, masyarakat menyebut kuil tersebut "Wat Nang Ni" (kuil tempat seorang perempuan bersembunyi), yang kemudian berubah nama menjadi "Wat Chong Nonsi".

Letak dan batas wilayah

Subdistrik Chong Nonsi terletak di bagian timur dari Distrik Pathum Wan. Wilayah ini berbatasan dengan wilayah administrasi sekitarnya sebagai berikut:

  • Sebelah utara, berbatasan dengan Thung Wat Don dan Thung Maha Mek (Distrik Sathon), serta Khlong Toei (Distrik Khlong Toei), dengan batas berupa Jalan Chan, Khlong Chong Nonsi, Jalan Chan Kao, Jalan Nang Linchi, Jalan Yen Akat, Soi Chuea Phloeng 4 (Sri Rung), tepi jalur kereta api Maenam di sisi timur, serta garis lurus yang memanjang dari ujung jalur tersebut hingga bertemu titik tengah Sungai Chao Phraya.
  • Sebelah timur, berbatasan dengan Tambon Bang Kachao dan Bang Yo (Distrik Phra Pradaeng, Provinsi Samut Prakan), dengan garis tengah Sungai Chao Phraya sebagai batas wilayah.
  • Sebelah selatan, berbatasan dengan Bang Phongphang (Distrik Yan Nawa), dengan Khlong Mai dan garis batas administratif antara Chong Nonsi dan Bang Phongphang sebagai pembatas.
  • Sebelah barat, berbatasan dengan Bang Phongphang (Distrik Yan Nawa), Bang Khlo (Distrik Bang Kho Laem), dan Thung Wat Don (Distrik Sathon), dengan Jalan Sathu Pradit sebagai batas wilayah.

Tempat utama

Dalam bidang komersial, kawasan ini menjadi lokasi pusat perbelanjaan besar seperti CentralPlaza Rama III dan kompleks gaya hidup modern The UP Rama 3, yang melayani kebutuhan masyarakat urban di bagian selatan Bangkok. Dari sisi keagamaan, Chong Nonsi memiliki sejumlah tempat ibadah penting, di antaranya Wat Chong Nonsi yang bersejarah dan menjadi asal nama wilayah ini, selain juga Wat Chong Lom dan Wat Pho Man Khunaram. Selain itu, terdapat pula Gereja Santo Thomas, yang menjadi pusat kegiatan umat Katolik di kawasan ini, serta kompleks gedung Konferensi Waligereja Thailand.

Dalam bidang budaya dan rekreasi, Chong Nonsi juga memiliki Museum Goods and Imitation Goods yang menampilkan koleksi terkait barang asli dan tiruan, serta tempat hiburan modern seperti Tentacles.[4] Sementara itu, dari sisi transportasi, kawasan ini dilayani oleh Stasiun kereta api Mae Nam yang berperan dalam jaringan logistik dan perkeretaapian di Bangkok.

Referensi

  1. ↑ Biro Strategi Manajemen. Kantor Strategi dan Evaluasi. Pemerintah Provinsi Bangkok (2021). สถิติกรุงเทพมหานครประจำปี 2563 [Bangkok Statistics 2020] (PDF) (dalam bahasa Thai). Diakses tanggal 27 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "ข้อมูลประกอบการพิจารณาความเหมาะสมในการกำหนดกิจกรรม เพื่อพัฒนาพื้นที่เขตยานนาวา" [Information for consideration of suitability in determining activities to develop the Yan Nawa District] (PDF). Bangkok (dalam bahasa Thai).
  3. ↑ "ข้อมูลพื้นที่เขตยานนาวา" [Information of Yan Nawa area]. Yan Nawa Community Organization Council (dalam bahasa Thai).
  4. ↑ "สถานที่ท่องเที่ยว แขวง ช่องนนทรี‎" [Tourist attractions, Chong Nonsi Subdistrict]. tripadvisor (dalam bahasa Thai).

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Subdistrik Chong Nonsi.
Thailand

Artikel bertopik geografi atau tempat Thailand ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan