Selasa, 13 Oktober 2026
02:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Chinampa

Chinampa

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Camas_chinampas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chinampa modern di Xochimilco.
250px-Lake_Texcoco_c_1519.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem danau dalam Lembah Meksiko pada saat penaklukan Spanyol, menunjukkan distribusi Chinampa.

Chinampa (bahasa Nahuatl:chināmitl pelafalan Nahuatl: [tʃi'naːmitɬ]) merupakan metode pertanian Mesoamerika kuno dan berasal dari daerah danau Mesoamerika sebagai Texcoco dan Xochimilco. Pertanian ini menggunakan teknik Nahua dan khususnya oleh suku Aztec, memungkinkannya untuk mendapat hasil panen 1,5 kali lebih banyak daripada kebutuhan pangan kota Tenochtitlan, ibu kota terbesar yang pernah ada.

Asal kata Nahuatl secara harfiah berarti "tempat pemagaran alang-alang" (chinámitl, pagar alang-alang; pan- tempat), yaitu semacam kebudayaan, kadang-kadang diterjemahkan sebagai "taman mengambang".

Deskripsi

Chinampa membentuk jaringan kanal dan pulau buatan yang umumnya berpola persegi panjang, sekitar satu meter di atas permukaan air.

Saluran tersebut pertama kali dibor untuk memfasilitasi irigasi. Setelah itu, ditemukan bahwa pulau tersebut memiliki lumpur kaya nutrisi, diatur dengan jaringan batang tebu, jagung brangkasan, dan dedaunan. Pembibitan kemudian dilakukan dalam campuran lumpur dan daun, yang kemudian disimpan di pulau. Pohon juga ditanam untuk mengurangi erosi pulau oleh air.

Tanaman utamanya adalah jagung dan kacang-kacangan, tetapi kentang, avokad, tomat, jambu biji, bayam, paprika, dan bunga juga dibudidayakan dan banyak digunakan dalam upacara. Cara ini memungkinkan untuk panen empat kali dalam setahun, dengan variasi tanaman yang kuantitas air dan lumpurnya berbeda.

Penutupan

Penutupan Chinampa terjadi pada saat kedatangan para conquistador Spanyol pada abad ke-16 yang membawa metode baru dalam budidaya tanaman dan pemeliharaan hewan ternak, walau suku Aztec tak pernah melihat kuda dan sapi. Hal ini telah memfasilitasi transportasi dan perdagangan pangan yang lebih diperlukan di situs tersebut. Sekarang metode budaya ini hampir menghilang. Beberapa plot telah dilestarikan dalam delegasi Xochimilco di Meksiko dan sekarang terdaftar di Daftar Warisan Dunia dari UNESCO.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan