Sabtu, 31 Oktober 2026
07:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Chen Zaidao

Chen Zaidao

Bagikan:
Dalam nama Tionghoa ini, nama keluarganya adalah Chen.
250px-Chen_Zaidao2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chen Zaidao

Chen Zaidao (Hanzi sederhana:陈再道; Hanzi tradisional:陳再道; Pinyin:Chén Zàidào, 1909–1993) adalah seorang jenderal Tiongkok dalam Tentara Pembebasan Rakyat, yang mengkomandani Kawasan Militer Wuhan dari 1954 sampai 1967. Ia dikenal karena menangkap tokoh pro-Mao Xie Fuzhi dan Wang Li dalam Insiden Wuhan pada Juli 1967.[1] Ia dipecat setelah insiden tersebut, tetapi direhabilitasi pada 1972 dan masuk Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok pada 1978.

Referensi

  1. ↑ Thomas W. Robinson. "The Wuhan Incident: Local Strife and Provincial Rebellion During the Cultural Revolution," The China Quarterly (1971), 47: pp. 413-18.


Templat:China-mil-bio-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan