Jumat, 23 Oktober 2026
08:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Caturangga

Caturangga

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
250px-National_Museum_of_Ethnology%2C_Osaka_-_Catur-a%E1%B9%85ga_-_Rajasthan_in_India.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Caturangga

Caturangga atau catur India adalah permainan papan yang mirip dengan catur barat dan makruk. Caturangga telah dimainkan sejak abad keenam atau mungkin lebih awal. Caturangga adalah versi catur yang paling tua, dan merupakan nenek moyang dari segala jenis versi catur yang sekarang ada.

Etimologi

Kata caturaṅga berasal dari bahasa Sanskerta, merupakan kata majemuk bahuvrihi yang berarti “memiliki empat anggota” dan dalam konteks puisi epos sering merujuk pada “pasukan”.[1] Istilah ini berasal dari formasi pertempuran yang disebutkan dalam epos India Mahabharata. Caturaṅga juga mengacu pada empat divisi utama pasukan, yakni pasukan gajah, kereta perang, kavaleri, dan infanteri. Formasi pertempuran kuno akshauhini dianggap memiliki susunan yang serupa dengan konsep caturaṅga.[2]

Referensi

  1. ↑ Averbakh, Yuri (2012-12-05). A History of Chess: From Chaturanga to the Present Day (dalam bahasa Inggris). SCB Distributors. ISBN 978-1-936490-45-5.
  2. ↑ Ancient board games in perspective : papers from the 1990 British Museum colloquium, with additional contributions. Internet Archive. London: British Museum Press. 2007. ISBN 978-0-7141-1153-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan