Selasa, 20 Oktober 2026
01:18 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Charles Rogier

Bagikan:

Charles Latour Rogier (pengucapan bahasa Prancis: [ʃaʁl latuʁ ʁɔʒje]; 17 Agustus 1800 – 27 Mei 1885) adalah seorang negarawan liberal Belgia dan seorang pemimpin dalam Revolusi Belgia tahun 1830. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Belgia pada dua kesempatan tepatnya dari tahun 1847 hingga 1852, dan kembali menjabat dari tahun 1857 hingga 1868.[1]

Karier

Masa Muda

Rogier merupakan keturunan dari keluarga yang menetap di departemen Nord di Prancis, dan lahir di Saint-Quentin. Ayahnya, seorang perwira dalam tentara Prancis, tewas dalam Kampanye Rusia pada tahun 1812. Keluarganya kemudian pindah ke kota Liège di Belgia, tempat putra tertua mereka, Firmin, menjabat sebagai profesor. Rogier mempelajari ilmu hukum di Universitas Liège dan diterima di Bar (perhimpunan advokat). Namun, ia mendedikasikan dirinya dengan semangat yang lebih besar pada kampanye jurnalistik melawan kekuasaan Belanda di Belgia, yang telah ditetapkan oleh Kongres Wina pada tahun 1815. Pada tahun 1824, bekerja sama dengan teman-teman seumur hidupnya, Paul Devaux dan Joseph Lebeau, ia mendirikan surat kabar Mathieu Laensberg (kemudian dinamai Le Politique). Dengan patriotisme yang berapi-api dan serangan-serangannya terhadap administrasi Belanda, surat kabar tersebut segera memperoleh pengaruh yang luas.[2]

Pada saat meletusnya pemberontakan di Brussel pada bulan Agustus 1830, Rogier pergi ke sana bersama pasukan milisi yang terdiri dari sekitar 300 warga Liège. Di Brussel, ia memperoleh pengakuan sebagai salah satu pemimpin patriotik yang paling aktif, dan pengaruhnya menyelamatkan balai kota dari penjarahan pada tanggal 19 September. Lima hari kemudian sebuah commission administrative (komisi administratif) dibentuk dengan Rogier bertindak sebagai presidennya. Tindakan-tindakan dari badan ini beserta penerusnya, gouvernement provisoire (pemerintah sementara), segera membebaskan sebagian besar wilayah negara dari pasukan Belanda. Pada bulan Oktober, Rogier juga diutus untuk memadamkan pemberontakan di antara para penambang batu bara di Provinsi Hainaut.[3]

Kebangkitan politik

Rogier menjadi anggota pemerintah sementara yang didirikan pada bulan Oktober tahun yang sama. Ia berhasil mengatur gencatan senjata, dan kemudian mengorganisasi ulang seluruh administrasi Antwerpen. Ia mewakili Liège dalam Kongres Nasional Belgia, memilih pembentukan monarki konstitusional yang diwariskan, dan mendorong kongres untuk mengadopsi prinsip majelis kedua yang dipilih melalui pemilu. Dalam perdebatan panjang mengenai penyerahan mahkota, ia berpihak pada Louis Philippe, ia pertama-tama mendukung pencalonan Pangeran Otto dari Bavaria, dan setelah penolakannya, ia menyatakan dukungan untuk putra Louis Philippe, duc de Nemours, yang pencalonannya ditolak oleh Louis.

Setelah terpilihnya Leopold I sebagai Raja pada bulan Juni 1831, Rogier diangkat menjadi Gubernur Antwerpen, sebuah jabatan yang dipersulit oleh kehadiran pasukan Belanda yang terus berlanjut di benteng (citadel). Pada bulan Oktober 1832, ia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri dalam kabinet Goblet. Pada bulan Juni 1833, ia melakukan campur tangan dalam perselisihan di majelis deputi antara Paul Devaux (menteri saat itu) dan pemimpin oposisi Alexandre Gendebien, lalu melakukan duel yang mengaturnya terluka parah. Selama masa jabatannya, ia berhasil meloloskan undang-undang yang mengatur untuk pendirian jaringan kereta api pertama di benua Eropa di Belgia, yang menjadi landasan bagi perkembangan industrinya. Akibat perselisihan di dalam kabinet, ia mengundurkan diri pada tahun 1834 bersama Lebeau dan kembali menjabat sebagai Gubernur Antwerpen.

Ketika Lebeau kembali berkuasa pada tahun 1840, Rogier menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Pendidikan. Usulan reformasi pendidikannya ditolak, dan ketika mengundurkan diri pada tahun 1841, ia mendukung kompromi yang disahkan menjadi undang-undang pada tahun berikutnya. Ia kemudian memimpin Partai Liberal sebagai oposisi hingga tahun 1847, ketika ia membentuk kabinet di mana ia menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri. Ia segera memulai program reformasi politik dan ekonomi, serta mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasi penderitaan industri yang disebabkan oleh kemunduran perdagangan lenan Flandria. Batas hak pilih diperluas, dan sebagai hasil dari kebijakan liberal pemerintah, Belgia menjadi satu-satunya negara yang terhindar dari gelombang revolusi yang melanda Benua Eropa pada tahun 1848. Ia meloloskan undang-undang pada tahun 1850 yang mengorganisasi pendidikan menengah di bawah kendali Negara, dan hanya memberikan hak pengajaran agama kepada kaum klerus. Partai Klerikal sebagai oposisi, meskipun tidak mampu menggagalkan langkah ini, berhasil menggoyahkan posisi kabinet; dan kabinet tersebut akhirnya melemah, setelah kudeta Louis Napoleon pada tahun 1851, akibat permusuhan dari pemerintah Prancis yang para pengasingan politiknya telah disambut oleh kabinet liberal di Brussel.

Rogier pensiun pada bulan Oktober 1852, tetapi dipanggil kembali ke dalam pemerintahan oleh reaksi liberal pada tahun 1857. Ia kembali menjadi Presiden Dewan dan Menteri Dalam Negeri dalam kabinet di mana Walthère Frère-Orban menjadi anggotanya yang paling menonjol. Langkah penting pertama yang diloloskan oleh kementerian tersebut adalah pembuatan benteng pertahanan Antwerpen. Pada tahun 1860, kekhawatiran akan ambisi Prancis terhadap kemerdekaan Belgia memicu gerakan rekonsiliasi dengan Belanda, dan pada tahun yang sama, Belgia mengadopsi La Brabançonne sebagai lagu kebangsaannya, dengan lirik yang disesuaikan oleh Rogier dari puisi yang sudah ada.[4]

Sejak tahun 1861, Rogier menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Dalam kapasitas ini, ia meraih kemenangan diplomatik dalam membebaskan navigasi Pelayaran Sungai Scheldt, sehingga memungkinkan Antwerp menjadi pelabuhan terbesar kedua di daratan Eropa. Mengalami kekalahan pemilu di Dinant, ia mewakili Tournai sejak tahun 1863, sebuah posisi yang dipegangnya hingga kematiannya.[5]

Masa tua dan kematian

Pada saat ini, rekannya yang lebih muda, Frère-Orban, secara bertahap mulai membayangi kepemimpinannya, dan pada tahun 1868 Rogier akhirnya pensiun dari kekuasaan. Namun, ia terus mengambil bagian dalam kehidupan publik, dan terpilih sebagai presiden sesi luar biasa majelis perwakilan pada tahun 1878, tetapi digantikan oleh Jules Guillery di akhir tahun yang sama. Peringatan lima puluh tahun Kerajaan Belgia pada tahun 1880, dan dua tahun kemudian peringatan masuknya ia ke parlemen, menjadi momen demonstrasi penghormatan baginya. Ia meninggal dunia di Brussel pada tanggal 27 Mei 1885, dan jenazahnya diberi penghormatan melalui pemakaman kenegaraan.[6]

Referensi

  1. ↑ "Charles Rogier". archive.org. Diakses tanggal 2026-10-09.
  2. ↑ "The London gazette : the appointed organ for all announcements of the Executive. 1863,5/8 | bavarikon". www.bavarikon.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2026-10-09.
  3. ↑ "Almanach royal". Hathi Trust. Paris: Testu et cie: v. 1815–1830.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  4. ↑ Encyclopaedia Britannica Dict.A.S.L.G.I.11thEd.Chisholm.1910-1911-1922.33vols.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Discailles, Ernest (1894). Charles Rogier (1800-1885) d'après des documents inédits (dalam bahasa Prancis). Lebègue.
  6. ↑ "Charles Latour Rogier | Liberal Reforms, Belgian Revolution & Prime Minister | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2026-08-13. Diakses tanggal 2026-10-10.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan