Senin, 02 November 2026
04:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Chanyu Utara

Bagikan:
Chanyu Utara
Chanyu
BerkuasaSekitar 88-91 M
PendahuluYouliu
PenerusYuchujian
AyahYouliu
DinastiModu Chanyu

Chanyu Utara (Hanzi:北單于; Pinyin:Běi Chányú; Wade–Giles:Pei Ch'anyü, berkuasa 89–91) adalah seorang chanyu tanpa nama yang menguasai suku Xiongnu pada abad pertama M.

Pada Februari 91, ia dikalahkan oleh Geng Kui dalam Pertempuran Pegunungan Altai dan kemudian hilang dilupakan sejarah. Pada saat yang sama, "Hunnoi" pertama kali disebutkan oleh Tacitus di barat. Menurutnya, Hunnoi berada di dekat Laut Kaspia pada tahun 91 M, sehingga ada yang meyakini bahwa Chanyu Utara telah melarikan diri ke barat. Saudaranya, Yuchujian Chanyu (berkuasa 91–93), adalah satu-satunya penerusnya, tetapi ia dibunuh oleh panglima Ren Shang dan Wang Fu pada tahun 93.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ Crespigny 2007, hlm. 742.

Daftar pustaka

  • Barfield, Thomas (1989), The Perilous Frontier: Nomadic Empires and China, Basil Blackwell
  • Bichurin N.Ya., "Collection of information on peoples in Central Asia in ancient times", vol. 1, Sankt Petersburg, 1851, reprint Moscow-Leningrad, 1950
  • Chang, Chun-shu (2007), The Rise of the Chinese Empire 1, The University of Michigan Press
  • Cosmo, Nicola Di (2002), Ancient China and Its Enemies, Cambridge University Press
  • Cosmo, Nicola di (2009), Military Culture in Imperial China, Harvard University Press
  • Crespigny, Rafe de (2007), A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms, Brill
  • Loewe, Michael (2000), A Biographical Dictionary of the Qin, Former Han, and Xin Periods, Brill
  • Taskin B.S., "Materials on Sünnu history", Science, Moscow, 1968, p. 31 (In Russian)
  • Whiting, Marvin C. (2002), Imperial Chinese Military History, Writers Club Press


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan