Senin, 02 November 2026
07:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Chan Siu-bak

Chan Siu-bak

Bagikan:
330px-Si_Da_Kou.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Chan Siu-bak, duduk kedua dari kanan, sebagai salah satu dari Empat Bandit.

Chan Siu-bak (陳少白) (20 Juli 1869 – 23 Desember 1934), nama lahir Chan Siu-man (陳紹聞), nama kehormatan Siu-bak (少白), nama samaran Kwai-shek (夔石), adalah seorang revolusioner Tiongkok dari Sanwui, Kwangtung. Dia adalah salah satu dari Empat Bandit, bersama dengan Sun Yat-sen, Yau Lit dan Yeung Hok-ling.

Saat Kwangtung mendeklarasikan kemerdekaannya dari pemerintahan Dinasti Qing, tidak lama setelah Pemberontakan Wuchang pada Oktober 1911, Chan diangkat oleh pemerintah militer Kwangtung sebagai menteri luar negeri, hingga Republik Tiongkok didirikan di Nanking pada 1 Januari 1912.

Pada tahun 1923, Pemerintah Kanton terpaksa bubar karena terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Chen Jiongming, sehingga Chan kembali daerah asalnya untuk memajukan wilayah Sanwui. Ia meninggal di Peking pada 23 Desember 1934.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan