Selasa, 03 November 2026
19:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Cetak tuang

Cetak tuang

Bagikan:
250px-S%C3%A8vres_-_grand_coulage_11.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetak Tuang

Cetak Tuang adala salah satu teknik pembuatan kerajinan tangan yang menghasilkan produk keramik. Tuang cetak merupakan bentuk praktis dari teknik pengolahan gerabah. Keuntungan penggunaan teknik cetak tuang adalah barang dengan bentuk yang sama dapat diproduksi secara massal dengan cepat dan hanya memerlukan sedikit tenaga kerja. Cetakan dibuat agar bisa dipakai berulang kali, sehingga produk dibuat dengan membongkar dan memasang kembali cetakan.[1]

Proses

Teknik cetak tuang memanfaatkan tanah liat cair. Alat cetak yang digunakan harus sepasang, karena pencetakan dilakukan dari dua sisi. Kedua cetakan harus digabungkan dengan diikat terlebih dahulu sebelum mencetak. Setelah itu, tanah liat cair dituangkan ke cetakan berulang kali hingga tanah liat benar-benar rapat di dalam cetakan. Setelah agak mengeras, tanah liat dipindahkan ke wadah lain, hingga yang tersisa pada cetakan adalah tanah liat yang menempel. Cetakan dapat dibuka setelah tanah liat mengering.[2]

Referensi

  1. ↑ Hendra & (2016), hlm. 208."Seniman ini membuat produk keramik untuk souvenir dan berbagai produk aksesoris dengan menggunakan teknik cetak tuang. Teknik cetak ini merupakan salah satu bentuk perkembangan teknik pengolahan gerabah yang lebih praktis. Membuat produk keramik dengan teknik cetak tuang memungkinkan kriyawan untuk menghasilkan produk dengan bentuk yang sama dan dengan jumlah yang relatif banyak. Teknik ini merupakan solusi untuk menghasilkan produk gerabah secara masal dalam waktu yang relatif singkat dan juga mengurangi tenaga kerja. Hal ini karena produk dibuat dengan menggunakan cetakan yang telah di bentuk sebelumnya sehingga pengrajin tinggal bongkar pasang cetakan untuk membuat produk selanjutnya."
  2. ↑ Nurcahyo, I. F. & (2017), hlm. 19."Cetak Tuang: Tanah liat yang digunakan adalah bahan tanah liat cair. Cetakan keramik dengan teknik cetak tuang minimal terdiri dua sisi. Sebelum mencetak, cetakan digabungkan dulu kemudian ditali dengan karet. Setelah cetakan siap digunakan, tanah liat cair dituangkan sampai penuh lalu ditunggu sampai tanah turun. Kemudian tambahkan tanah cair sampai penuh lagi. Setelah ketebalan tanah liat yang menempel di cetakan sudah sesuai yang kita inginkan, tanah liat cair yang ada di dalam cetakan dituang ke dalam wadah sampai yang tertinggal hanya tanah liat yang menempel di cetakan."

Daftar pustaka

Buku

  • Nurcahyo, I. F. (2017). Panduan Pendirian Usaha Kriya Keramik. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif & Universitas Sebelas Maret.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Jurnal ilmiah

  • Hendra (November 2016). "Keramik Metro Menuju Era Baru Kriya Keramik Sumatera Barat". Ekspresi Seni. 18 (2): 206–225.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan